Ya Ampun! Referendum Kemerdekaan Catalonia Ricuh, Lebih dari 700 Orang Terluka

Referendum kemerdekaan Catalonia atau upaya pemisahan diri berujung bentrok antara polisi dan masyarakat. Kericuhan tersebut bermula ketika polisi anti huru-hara menyita kotak suara dan surat suara untuk mencegah referendum yang memang ditentang oleh Pemerintah Spanyol tersebut.

Sebagaimana diwartakan Reuters, Senin (2/10/2017), polisi kedapatan memukul para warga yang berpartisipasi dalam referendum guna memisahkan diri dari Spanyol. Dan memukul mundur mereka menggelar demonstrasi. Polisi juga menembakkan peluru karet terhadap kerumunan orang yang dianggap menghalangi kinerja polisi.

Referendum tersebut dinyatakan ilegal oleh pemerintah pusat dan telah membuat Spanyol memasuki krisis konstitusional terburuk dalam beberapa dasawarsa terakhir. Hal ini juga semakin menunjukkan keretakan hubungan antara Madrid dan Barcelona selama berabad-abad.

Sementara itu, Washington Post melaporkan bentrokan tersebut telah menyebabkan lebih dari 700 orang terluka termasuk 12 anggota polisi. Pemerintah Catalonia mengumumkan 761 orang mengalami luka ringan akibat kekerasan yang dilakukan polisi.

BBC melaporkan, batas waktu pemungutan suara seharusnya berakhir pada pukul 20.00 malam waktu setempat. Namun Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy mengatakan bahwa dia tidak akan mengakui hasil pemungutan suara tersebut. Ia menambahkan, bahwa warga Catalonia telah tertipu pemerintah daerah untuk mengambil bagian dalam pemungutan suara yang ilegal.

Selain itu, Rajoy menegaskan jika kekerasan yang dilakukan polisi terhadap warga merupakan bentuk tindakan tegas dan profesional. Sementara itu, Presiden Catalonia, Carles Puigdemont mengecam kekerasan yang dilakukan polisi.

“Kebrutalan yang dilakukan polisi akan menjadi sejarah memalukan selamanya bagi negara Spanyol,” ujar Carles sebagaimana disitat dari Daily Mail.

Pemungutan suara sedianya digelar di 2.300 sekolah, namun polisi Spanyol bertindak keras dengan menutup gedung-gedung tempat pemungutan suara tersebut. Sebelum kericuhan pecah, beberapa warga Catalonia yang terdiri dari orangtua dan anak-anak bahkan rela menginap di lokasi pemungutan suara untuk menghalangi petugas berwenang yang berupaya membatalkan referendum tersebut.

121total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *