Wow! Ternyata Planet Lain Juga Bisa Rasakan Gerhana Matahari

Gerhana Matahari akan terjadi tepat 2 minggu setelah Gerhana Bulan terjadi dan akan terlihat di Amerika pada 21 Agustus. Gerhana matahari adalah peristiwa alam ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam satu baris lurus.

Bulan, berdiri tepat di antara Matahari dan Bumi, sehingga menghasilkan bayangan di Bumi. Namun, apakah Bumi satu-satunya planet di tata surya yang mengalami fenomena alam yang istimewa ini? Jawabannya adalah tidak.

Dilansir dari Space.com, Selasa (8/8/2017), gerhana Matahari total juga bisa terjadi di planet lainnya. Selama planet lain memilik bulan yang cukup besar untuk menutupi cakram Matahari dari perspektif planet tersebut, maka fenomena langka tersebut akan terjadi.

“Untuk mendapatkan gerhana Matahari, hal pertama yang Anda butuhkan adalah Bulan,” ungkap Christa Van Laerhoven, seorang astronomi postdoctoral di University of Brutush Columbia di Kanada. Mars memiliki 2 bulan (Phobos dan Deimos), namun keduanya terlalu kecil untuk menciptakan gerhana Matahari total di planet merah itu.
Sebaliknya, Bulan tersebut bisa membuat gerhana parsial. “Pandangan dari Bulan-Bulan kecil itu lebih menarik. Mereka sering melihat Mars yang paling sering terkena sinar Matahari, dan selama beberapa musim, hal itu terjadi setiap hari,” tambah astronom Matija Cuk di blog Cornell University.

Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus dapat merasakan gerhana Matahari total, karena mereka memiliki Bulan besar dan Matahari tampak kecil bagi mereka.

Tetapi karena planet-planet tersebut terbuat dari gas, tidak mungkin manusia bisa berdiri dan melihat gerhana Matahari di sana. Namun, jika Anda memiliki pesawat ruang angkasa khusus yang bisa melayang-layang di dekat planet raksasa gas tersebut, Anda bisa menikmati gerhana Matahari dengan baik.

Jupiter sendiri memiliki 67 Bulan, termasuk Ganymede, Bulan terbesar di Tata Surya. Karena Jupiter mengorbit sama dengan Matahari, maka planet ini mungkin bisa merasakan gerhana Matahari.

Namun untuk planet terkecil Pluto, ia memiliki Charon (Bulan terbesar Pluto) yang memungkinkan Pluto bisa menikmati gerhana Matahari juga. Tetapi karena sisi yang sama dan saling berhadapan, maka hanya satu sisi dari Pluto dan Charon saja yang bisa menikmati fenomena tersebut.

Van Laerhoven mencatat bahwa Bulan Bumi perlahan menjauh, sehingga di masa depan Bulan akan terlihat sangat kecil untuk menutupi seluruh bagian Matahari. Artinya, suatu hari nanti, Bulan tidak mampu menyebabkan gerhana Matahari total tetapi hanya gerhana cincin.

Para ahli berspekulasi bahwa Bumi akan mengalami gerhana Matahari total terakhir sekira 600 juta tahun dari sekarang. “Alasan mengapa kita tidak mendapat gerhana Matahari setiap bulannya karena pesawat orbital Bulan sedikit tidak sejajar dengan pesawat orbit Bumi di sekitar Matahari,” ungkap Van Laerhoven.

135total visits,2visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *