Wih! China Sambut Bahagia Kelahiran Bayi Panda ‘Blasteran’

0

Otoritas China menyambut bahagia kelahiran seekor bayi panda dari hasil perkawinan campuran antara panda liar dan panda yang hidup di penangkaran. Bayi panda tersebut lahir di Provinsi Shicuan dari seekor induk berusia 15 tahun bernama Cao Cao.

Ayah bayi panda itu sendiri merupakan panda liar yang kawin dengan Cao Cao pada Maret lalu. Kelahiran bayi panda ini menjadi istimewa karena merupakan sebuah tanda keberhasilan dari usaha para peneliti dalam meningkatkan keragaman genetik panda.

Pusat Pelestarian dan Riset China untuk Panda Raksasa (CCRCGP) menyatakan, mereka memulai program tersebut dengan mencoba mendekatkan dan mengenalkan 471 panda yang hidup di penangkaran dengan panda yang hidup di hutan secara bebas pada akhir 2016.

Cao Cao sendiri diketahui hidup di penangkaran mulai usia dua tahun sebelum akhirnya dilepas ke hutan. Cao Cao tidak dilepas begitu saja melainkan dilengkapi dengan alat pengawas dan kamera yang terpasang di lehernya. Alat perekam inilah yang kemudian menunjukkan bahwa Cao Cao berhasil beradaptasi di hutan dan bertemu pasangannya pada 23 Maret.

Bayi Cao Cao lahir pada Senin 31 Juli 2017 dengan berat 216 gram. Berat badan bayi Cao Cao ini lebih berat dibandingkan bayi panda pada umumnya yang hanya berkisar 150 gram. Sebagaimana dimuat Strait Times, Kamis (8/3/2017) hasil berat badan bayi Cao Cao tersebut dipengaruhi napsu makan si induk yang besar saat masa kehamilan.

Panda raksasa merupakan salah satu hewan yang canggung dalam melakukan perkawinan. Sedikit sulit bagi mereka untuk menemukan pasangan yang cocok. Beberapa panda melakukan perkawinan di usia yang terlalu dini sehingga tidak berbuah kehamilan. Panda yang masih bertahan di alam liar sendiri jumlahnya tak lebih dari 2.000 ekor dan terbagi di tiga provinsi baik di China bagian tengah maupun selatan.

79total visits,1visits today

Share.

About Author

Leave A Reply