Warga Garut Berhamburan Lagi usai Gempa Susulan

Sebagian warga Kabupaten Garut di Jawa Barat berhamburan keluar rumah lagi setelah gempa susulan pada Sabtu pagi, Sabtu, 16 Desember 2017.

Warga kaget karena belum habis syok setelah gempa serupa pada Jumat tengah malam lalu gempa lagi pada Sabtu pagi. Getaran gempa dirasakan cukup kuat di Garut meski tak sekeras yang dirasakan pada Sabtu tengah malam.

“Bekas semalam warga masih panik, eh, baru saja ada gempa lagi warga panik dan langsung keluar rumah,” kata Sobri (56 tahun), warga Taman Manalusu, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut.

Tidak ada laporan korban maupun kerusakan rumah akibat gempa susulan itu namun warga khawatir rumah mereka roboh. Berdasarkan pantauan VIVA, sebagian besar warga berkumpul di tempat-tempat terbuka, termasuk di jalan-jalan.

Polisi menyatakan, gempa memang terasa hampir di seluruh pesisir Pantai Garut Selatan. Namun gempa susulan sangat kecil jika dibandingkan gempa pada malam tadi.

“Patroli sejak malam tadi terus dilakukan karena khawatir terus terjadi gempa susulan, ” kata Kepala Polsek Cibalong, Ajun Komisaris Polisi Supian Bj.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG melaporkan terjadi gempa susulan di Jawa Barat pada Sabtu pagi, 16 Desember 2017.

Dikutip dari akun resmi Twitter BMKG, @infoBMKG, gempa berkekuatan 5,7 skala richter itu itu berpusat di barat daya Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada pukul 07.22.28 WIB. Lokasi tepatnya di 8.09 lintang selatan,106.76 bujur timur, dan 129 kilometer barat daya Garut. Pusat gempa di kedalaman 10 kilometer.

Meski skala getaran cukup kuat, yaitu 5,7 skala richter, BMKG memastikan gempa itu tidak berpotensi tsunami. Belum ada laporan kerusakan maupun korban akibat gempa itu hingga berita ini dipublikasikan.

Gempa serupa terjadi di laut Jawa Barat pada Jumat tengah malam, 15 Desember. Pusat gempa berada di Tasikmalaya dengan kekuatan 7,3 Skala Richter sebelum diperbaiki parameternya menjadi 6,9 skala richter.

BMKG sempat mengumumkan peringatan dini gelombang tsunami untuk wilayah Jawa Barat, Yogyakarta, dan Jawa Tengah. Namun beberapa saat kemudian, peringatan dini itu dicabut karena tak berpotensi tsunami.

Menurut Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, gempa awal memang terdeteksi potensi tsunami. Namun berdasarkan hasil analisis, kekuatan yang tercatat dari hasil pembaharuan, gempa terjadi dengan kekuatan 6,9 skala richter pada kedalaman 107 kilometer.

Setelah sekira dua setengah jam, pada pukul 02.20 WIB, Sabtu, 16 Desember 2017, peringatan tsunami akhirnya dicabut.

117total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *