Wapres: Industri Pariwisata Terdampak Erupsi Gunung Agung

Wakil Presiden (Wapres), Jusuf Kalla (JK), mengatakan, erupsi Gunung Agung berdampak terhadap industri pariwisata di Tanah Air. Mengingat, Bali merupakan pusat pariwisata di Indonesia.

Dalam laporan yang diterimanya, JK mengatakan, setidaknya 8.000 wisatawan mancanegara (Wisman) masuk ke Bali, setiap harinya menggunakan transportasi pesawat terbang. Dengan adanya erupsi Gunung Agung yang menyebabkan ditutupnya Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, dipastikan industri pariwisata di Pulau Dewata tersebut terdampak buruk.

“(erupsi Gunung Agung) Pasti itu (pengaruhi pariwisata) karena pesawat tidak masuk. Setiap hari itu pesawat masuk sekitar 7.000-8.000 turis asing tiap hari ke Bali. Kalau sudah tiga hari tidak masuk, hitung saja berarti ada 24.000 (wisatawan asing) tidak masuk. Jadi, memakan waktu. Tentu ada kerugiannya,” kata JK, Selasa (28/11).

Namun, JK tidak menyebut potensi kerugian yang dialami dari sektor pariwisata akibat erupsi gunung yang berada di Kabupaten Karangasem, Bali Tersebut. Dikatakannya bahwa Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pasti akan menghitung potensi kerugian tersebut.

Pertemuan IMF Terdampak

Ditanyakan apakah erupsi tersebut akan berdampak pada pertemuan International Monetary Fund (IMF) yang akan dihelat di Bali, Oktober 2018 mendatang, JK mengatakan, panitia pertemuan ekonomi dunia tersebut akan mengevaluasi kembali dampaknya ke depan.

“Mereka akan melihat sampai tahun depan, kalau tidak salah Maret atau April (2018), bagaimana keadaannya. Kalau keadaannya dinilai masih berbahaya, maka mereka akan evaluasi,” ujarnya.

Namun, JK berharap, erupsi Gunung Agung tidak berlangsung lama, sehingga mempengaruhi sejumlah pertemuan internasional yang akan berlangsung di Bali tahun depan.

164total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *