Wacana AHY Cawapres Jokowi, Demokrat: Komunikasi Mereka Bagus

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan menilai komunikasi antara Presiden Joko Widodo dengan Agus Harimurti Yudhoyono sangat bagus. Karena itu, tidak masalah jika AHY menjadi pendamping Jokowi di pemilu 2019.

“AHY pilihan anak muda ke depan menjadi regenerasi kepemimpinan nasional, AHY menjadi faktor penting siapa pun presidennya, termasuk Pak Jokowi. Komunikasi mereka juga bagus,” ujar Hinca usai diskusi hasil survei Indo Barometer bertajuk “Siapa Penantang Potensial Jokowi di 2019?” di Hotel Century, Jakarta, Minggu (3/12).

Menurut Hinca, AHY adalah tokoh muda yang bisa menambah energi kepemimpinan nasional. Dia mengibaratkan AHY sebagai gadis cantik yang bisa mendamping pengeran.

“Kita semua lihat dan memang AHY kelihatannya menjadi ‘anak gadis yang cantik’ ya kalau tadi dicocokkan ke pangeran ya. Dan itu data yang kita lihat semua di situ,” ungkap dia.

Hinca mengatakan arah koalisi dan pengusungan kandidat di pilpres 2019 belum diputuskan. Pihaknya, kata dia, masih melakukan komunikasi intens dengan parpol-parpol lain.

“Saya kira hari ini semakin intens. Jadi intensitas ini penting sekali dalam beberapa hari ke depan. Maret saya kira baru terlihat konfigurasi pas untuk masuk ke Agustus,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Hinca mengatakan bahwa bahwa elektabilitas AHY naik karena sejak Pilkada DKI Jakarta, AHY berkeliling Indonesia. Sampai sekarang, kata Hinca, AHY sudah berkunjung ke 7-8 provinsi untuk mengunjungi masyarakat di daerah-daerah.

“Undangan dari berbagai macam universitas di Indonesia pun membanjiri AHY. Ini mungkin membuat nama AHY di muncul bursa nama calon wakil presiden pendamping Jokowi dalam survei Indo Barometer,” tutur dia.

Pilkada DKI Jakarta, kata Hinca memiliki arti penting bagi AHY. Menurut dia, Jakarta seperti telur yang pecah dari dalam sehingga menghasilkan banyak pemimpin.

“Bagi AHY, Jakarta itu seperti telur yang pecah dari dalam. Kalau telur pecah dari dalam, dia melahirkan pemimpin baru. Kalau telur pecah dari luar dia membunuh kehidupan baru di dalamnya. Nah ternyata Jakarta bisa melahirkan banyak pemimpin-pemimpin baru,” pungkas dia.

Hasil survei Indo Barometer menunjukkan Jokowi memiliki elektabilitas tertinggi jika disandingkan dengan AHY pada pemilihan presiden 2019 yaitu 17,1 persen. Elektabilitas Jokowi-AHY lebih tinggi ketimbang Jokowi-Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Gatot Nurmantyo 15,9 persen. Setelah AHY dan Gatot, menyusul Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sebesar 9,5 persen.

100total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *