Vicky Prasetyo (Vickynisasi) Daftar Calon Walikota Bekasi, Fenomena Artis Mendadak Pilkada

BANGNAPI.COM, Jakarta – Jangan terkejut dan syok dulu. Tarik nafas dalam-dalam dan lihat kembali judul tulisan di atas. Ya, seorang artis kembali akan ikut dalam ajang Pilkada. Seperti ingin mendompleng kesuksesan pendahulu-pendahulunya, Vicky Prasetyo atau yang dikenal dengan Vickynisasinya akan maju dalam pencalonan Pilkada kota Bekasi.

Vicky bahkan sudah mendaftar sebagai calon melalui Partai Amanat Nasional (PAN). Vicky yang mengaku kelahiran Bekasi ini merasa terpanggil untuk memimpin Kota Bekasi. Dia memilih PAN karena dasar lambang partai tersebut berwarna biru. Menurut dia, biru bagaikan lautan yang sejuk, serta lautan sendiri menggambarkan sebuah keikhlasan.

“Lautan memberikan manfaat tanpa pamrih kepada penikmatnya,” kata pria yang juga pernah mencalonkan diri menjadi kepala desa di Cikarang ini.

Lalu apa program yang akan diusungnya jika nanti benar-benar ikut dalam ajang Pilkada??

“Indonesia sekarang mengalami konflik berkepanjangan, jadi (program) lebih kepada moralitas,” kata Vicky di kantor Dewan Pimpinan Daerah PAN Kota Bekasi, Sabtu, 17 Juni 2017.

“Cinta dan kasih sayang adalah kunci untuk menjawab polemik diplomasi,” kata Vicky disambut gelak tawa wartawan.

Memang ada-ada saja dunia perpolitikan kita. Vicky yang entah mendapatkan wangsit darimana, tiba-tiba saja datang dan mendaftar maju menjadi calon Walikota Bekasi. Mana yang diusung adalah masalah cinta dan kasih sayang, mau dibawa kemana perpolitikan kita ini jika orang seperti Vicky benar-benar menjadi calon Walikota.

Fenomena artis menjadi Kepala pemerintahan daerah dan bahkan kepala negara memang bukanlah hal yang baru. Tetapi saya pikir tidak semua artis kelas bawah yang seberani Vicky untuk maju dalam sebuah Pilkada. Maaf kalau saya katakan Vicky artis kelas bawah, karena Vicky kalau mau jujur bukanlah artis yang sudah lama di dunia keartisan dan bahkan lebih terkenal dengan hal-hal negatif daripada positif.

Artis-artis kelas atas saja hanya segelintir yang berani maju Pilkada dan itu pun hanya berhasil dalam level wakil saja. Rano Karno yang berhasil jadi Gubernur saja hanya mendapatkan keberuntungan karena Ratu Atut terkena kasus korupsi. Sudah itu, yang jadi wakil sekarang malah seperti tidak ada kerjanya dan hanya jadi pengumpul suara.

Siapa tidak tahu kelakuan Sigit Purnomo atau Pasha Ungu yang menjadi Wakil Walikota Palu?? Buat kehebohan bukan karena pekerjaannya tetapi karena isu-isu lain di luar pekerjaannya. Mulai dari rumahnya yang diisukan kkemahalan, sampai manggung di konser Ungu.

Wakil Gubernur jabar Deddy Mizwar juga tidak beda. Sebagai Wakil Gubernur kita hanya mengenalnya sebagai seorang pengiklan Cap Badak dan juga bermain sinetron. Gebrakan dan terobosan terhadap Jabar tidak pernah terdengar.

Memang masih ada artis-artis yang kita lihat bagus dalam perpolitikan kita. Seperti Rieke Diah Pitaloka yang memang sangat vokal di DPR tetapi gagal saat mencalonkan diri menjadi Gubernur Jabar. Selain itu, kita sangat sulit menemukannya. Artis semodel Desi Ratnasari yang digadang-gadang akan maju Pilkada Jabar pun diyakini hanya akan jadi pengumpul suara.

Itulah mungkin yang saat ini sedang diincar oleh Vicky. Kalau tidak jadi calon Walikota, maka bisa saja dia akan mengincar jadi Wakil Wali Kota. kalau pun tidak, bisa saja, Vicky akan mencoba peruntungan ikut dalam Pemilu Legislatif. Karena memang urutannya tidak akan jauh-jauh dari itu.

Lalu bagaimana nasib perpolitikan kita kalau yang nantinya maju dan berani mencalonkan diri adalah orang-orang seperti Vicky. Maju hanya dengan modal program cinta dan kasih sayang?? Digaji mahal, tetapi hanya menjadi stempel semua kebijakan tanpa berpikir dan mengkritisinya. Bagaimana mau kritis kalau masuk politik hanya demi popularitas dan cari makan.

Itulah mengapa saya pikir ke depan sistem perpolitikan kita harus lebih ketat dalam menyaring orang-orang untuk maju sebagai calon eksekutif dan juga calon legislatif. jangan sampai ke depan masih saja muncul orang-orang yang tidak tahu apa yang mau dikerjakannya dan hanya nyengir kuda saat ada isu-isu penting yang akan diputuskan.

Sayangnya, sampai saat ini, partai politik masih memanfaatkan artis-artis sebagai pendulang suara mereka. Apalagi PAN, yang sampai-sampai dibuat kepanjangan khusus untuk mereka, Partai Artis Nasional. Mengumpulkan para artis maju dalam Pemilu, tetapi hanya jago nyengir saja. Jadi, tidak usah heran kalau Vicky pun beraninya maju dari PAN.

Semoga ada sistem penjaringan calon eksekutif dan legislatif yang lebih baik ke depannya.

1899total visits,6visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *