Ungkap Kandungan Miras Oplosan Maut, Polisi Tunggu Pemeriksaan Labfor

Belasan orang meregang nyawa akibat menenggak minuman keras (miras) oplosan di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, beberapa hari belakangan ini. Guna mengetahui isi kandungan dari miras oplosan maut itu, polisi membawa sampelnya untuk diperiksa ke Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri.

“Jadi untuk kasus miras ada dua TKP, ada di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Kita sudah mengamankan penjual miras yang ada di Jakarta Selatan, sementara barang bukti kita bawa ke Labfor. Sama juga yang di Jakarta Timur, kita juga sudah mengamankan pelakunya,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Rabu (4/4).

Dikatakan, penyidik masih menunggu hasil laboratorium untuk mengetahui apa kandungan di dalam miras itu.

“Kami sudah mengirimkan sisa dari miras opolosan itu ke Labfor. Tentunya kita menunggu nanti kandungan-kandungan apa di dalamnya. Miras ini dibungkus plastik yang menurut pengakuan tersangka dijual harganya Rp 20.000. Kita masih mendalami lagi,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, selain memeriksakan sampel miras ke Labfor, polisi juga melakukan autopsi terhadap korban. “Kita cek apa yang menyebabkan kematian itu. Kemudian, kita juga minta autopsi agar sinkron dengan hasil laborarorium,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Polisi Tony Surya Putra mengatakan, 10 orang meninggal dunia akibat menenggak minuman keras (miras) oplosan di daerah Duren Sawit, Jakarta Timur. Saat ini, polisi sedang memburu distributor minuman keras itu.

“Korban 10 itu dari beberapa TKP (Tempat Kejadian Perkara),” sebutnya.

Dikatakan, korban tewas ada di beberapa rumah sakit. Menurut informasi yang diterima, tiga orang di RS Islam Pondok Kopi, tiga orang di Puskesmas Duren Sawit, tiga orang di RSUD Matraman, dan satu orang di RS Persahabatan.

Ia menyampaikan, guna mengatisipasi terulangnya peristiwa ini, polisi melakukan razia di sejumlah warung kaki lima di wilayah Jakarta Timur. Polisi juga memburu distributornya.

“Jadi target kita bukan miras kaki lima saja. Target kita pemasok distributor. Tadi malam kita ke beberapa warung kaki lima meski dengan kejadian kemarin, tadi malam banyak tutup. Masih kami cari distributornya,” jelasnya.

Menurutnya, Polres Metro Jakarta Timur membentuk tim gabungan untuk menangani kasus miras oplosan itu.

“Kami bentuk tim gabungan untuk menangani secara serius. Gabungan dari Polsek Duren Sawit, Polsek Jatinegara, Polsek Pulo Gadung bersama Satreskrim serta Satresnarkoba Polres Jakarta Timur,” tandasnya.

Miras di Jagakarsa

Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Indra Jafar mengungkapkan, korban meninggal akibat menenggak miras oplosan di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, berjumlah delapan orang. Korban berinisial W (32), AL (39), FS (38), YH (32), S (29), M (50), S (40), F (32).

“Korban sudah delapan orang meninggal dunia. Tiga di Rumah Sakit Fatmawati, tiga di RSUD Pasar Minggu, dan dua lagi di Rumah Sakit Zahira, Pasar Minggu,” katanya.

Menurutnya, penyidik telah menetapkan penjual miras oplosan atas nama Rizal Sofyan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan. Pelaku dijerat Undang-undang Pangan serta Pasal 204 KUHP.

“Kita sudah naikkan menjadi tersangka yang pemilik atau penjual kios itu berinisial RS. Sudah ada tersangka dan ditahan,” tegasnya.

Ia melanjutkan, penyidik masih menyelidiki kandungan bahan-bahan di dalam miras oplosan itu. “Masih proses autopsi korban yang meninggal dunia, kemudian darah, muntahan itu juga kita uji lab. Autopsi sudah dilakukan kemarin tapi hasilnya belum keluar. Kemudian teman-teman dari DVI saat ini sudah melimpahkan, ada penelitian khusus masalah toxilogy, ada lagi yang dicek cairan, campuran dalam minuman keras itu,” pungkasnya.

63total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *