Ucapan Anies Soal Pribumi Dinilai Tak Perlu Dilaporkan ke Polisi

Wasekjen Partai Hanura Tridianto menilai istilah pribumi yang diucapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kurang tepat waktu.

Ia melihat ucapan itu menimbulkan banyak penafsiran.

“Tapi menurut saya tidak perlu dibesar-besarkan, apalagi dilaporkan polisi. Tidak usah dilanjutkan kontroversinya,” kata Wasekjen Hanura Tridianto melalui pesan singkat, Rabu (24/10/2017).

Tridianto menilai pelaporan itu dapat membuat suasana di tingkat warga menjadi panas kembali.

Menurut Tridianto, saat ini dibutuhkan kesadaran semua pihak untuk tenang dan damai.

Hal itu dilakukan agar Jakarta dapat berbenah menjadi lebih baik.

Ia juga meminta Anies dan seluruh pihak serius berupaya membuat Jakarta damai dan rukun rakyatnya.

“Banyak kerja, tidak banyak bicara lebih pas. Biar Jakarta bisa nyaman buat semua warganya, tanpa membedakan latar belakangnya,” katanya.

Sebelumnya, Organisasi Banteng Muda Indonesia (BMI) akhirnya melaporkan gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (17/10/2017) malam.

Anies dilaporkan BMI terkait pidatonya usai pelantikan Gubernur DKI Jakarta di Balai Kota tadi malam yang mengandung kata-kata pribumi.

Laporan BMI dilayangkan ke Bareskrim setelah diarahkan oleh Polda Metro Jaya.

“Kami melaporkan saudara Anies Baswedan terkait isi dari sebagian pidato politik kemarin mengenai kata pribumi dan non pribumi. Kami dari Polda Metro Jaya tapi dilimpahkan ke Bareskrim,” ujar Kepala Departemen Pidana Hukum dan HAM DPD Banteng Muda Indonesia DKI Jakarta Pahala Sirait kepada wartawan sebelum masuk ke Gedung Bareskrim.

42total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *