Demi Membela Boss Rizhieq, Bisa Jadi Tuhanpun Akan Didemo Berjilid

BANGNAPI.COM, Jakarta – Memikirkan jalan pikiran para pendukung Rizieq Shihab sungguh sangat sulit. Di sana ada sebuah logika yang berseberangan dengan logika berpikir orang-orang biasa. Artinya, bisa jadi jalan pikiran atau logika berpikir mereka adalah logika “luar biasa”. Saya sengaja menaruh tulisan luar biasa dalam tanda kutip agar kata itu dimaknai konotatif.

Lalu apa saja yang bisa menjadi indikator bahwa mereka, para pendukung Rizieq Shihab itu sulit dipahami? Saya akan mencoba mengungkapkan beberapa contoh saja, namun dari beberapa itu saya yakin bisa menunjukkan betapa mereka memang “luar biasa”. Jika seworders bisa menemukan contoh-contoh yang lain, silakan diungkapkan, bisa dalam bentuk artikel dan ditulis di seword atau di kolom komentar.

Yang pertama dari ke”luar biasa”an logika berpikir para pendukung Rizieq Shihab adalah “pak boss” tidak pernah salah. Cara berpikir yang demikian sangat nampak menghiasai para pendukung Rizieq Shihab. Karena pak boss tidak pernah salah, maka apa saja yang dipikirkan,dikatakan dan juga yang dilakukan pak boss hari ditaati, harus dibela, harus diperjuangkan dengan serius dan kalau perlu mengorbankan nyawa.
Silakan pembaca menelusuri jejak-jejak gerakan pendukung Rizhiq Shihab. Mereka akan membela dan membela apapun yang dilakukan oleh boss mereka. Mereka akan melakukan “sabda” pak boss apapun bentuk sabda itu, bahkan jika itu sangat tidak masuk akal. Bagaimana bisa masuk akal jika berteriak membela kebaikan (saya menempatkan semua agama adalah kebaikan), namun dengan ujaran-ujaran bunuh dan gantung?

Situs Berita Online Terbaik

Karena berpikir pak boss tidak pernah salah, maka sebagai poin kedua dalam tulisan ini adalah para pendukung Rizhieq Shihab itu akan selalu menempatkan pihak lain, utamanya pihak yang berseberangan dengan merekalah yang salah. Di sini siapa saja bisa masuk lingkaran salah dalam logika berpikir mereka. Agama lain, partai politik lain adalah salah jika berbeda atau berseberangan dengan pak boss mereka. Presiden salah, menteri salah, ulama salah dan bahkan pancasilapun salah karena berseberangan dengan cara berpikir boss mereka.

Mereka akan melihat bahwa semua yang dilakukan boss mereka adalah benar, meskipun melanggar tatanan moral dan juga menabrak pagar-pagar kesusilaan. Ini dibuktikan dengan temua chaat mesra pak boss dengan FH. Meskipun sudah ditemukan bukti-bukti yang mengarah kepada keaslian chatt itu namun para pendukung Rizhieq Shihab tidak pernah mau menerimanya, bahkan mereka menuduh ada politisasi dari pihak pemerintah.

Tuduhan yang tanpa dasar demi pembelaan kepada pak boss semakin nampak kuat saat mereka malah mendakwa pemerintah sedang balas dendam terkait vonis 2 tahun penjara untuk Ahok. Belum lagi upaya-upaya pengerahan masa demi “membela” bos mereka meski itu harus menggunakan tempat ibadah. Kabar tekahir, mereka hendak menggunakan masjid Istiqlal sebagai base camp gerakan 96. Namun usaha mereka menggunakan masjid Istiqlal ditolak pihak pengelola.

Penulis tidak tahu bagaimana rekasi mereka ketika permohonan mereka ditolak pihak pengelola Masjid Istiqlal. Apakah mereka akan melakukan hal yang sama dengan pihak Sari Roti yang sempat diklaim membela gerakan mereka namun saat ada kalrifikasi soal kebenaran dan ternyata salah, mereka berbalik memusuhi dan bahkan memboikot Sari Roti. Kita tunggu saja apakah penolakan pihak pengelola Istiqlal akan membuat mereka berani memboikotnya.

Karena berpikir bahwa bosnya adalah “ulama sangat besar se Indonesia” dan dengannya tidak mungkin salah, maka ketika si boss kaburpun dengan alasan-alasan konyol dan tidak masuk akal, mereka akan tetap membela. Mungkin dalam bingkai pemikiran mereka, Tuhanpun jika tidak membela boss mereka serta gerakan mereka akan disalahkan dan mungkin akan di demo juga. Bisa dibayangkan jika dugaan saya benar, mereka bisa mendemo Tuhan dalam beberapa jilid dan pastilah akan sangat meriah sekali..hahaha..

Yang terkahir,seperti beberapa analisa saya dalam media ini terkait dugaan adanya “kekuatan lain” dibalik Rizhieq Shihan dan gerakannya. Gerakan demo berjilid itu pastilah membutuhkan biaya dan biaya itu bukan sekedar ucapan terima kasih atau janji-janji surge. Pastilah ada uang di sana dan yang punya uang di negeri ini bisa dipilah. Mereka pastilah dari kalangan pengusaha dan juga pejabat atau minimal mantan pejabat. Bisa jadi juga yang punya uang itu adalah kombinasi keduanya, mantan pejabat dan pengusaha yang sedang menggigil ketakutan dengan gerakan jernih pemerintah yang melabrak siapa saja yang bermain gelap, baik di ranah usaha dan politik.

Ketakutan mereka itulah yang menjadikan mereka berani membayar kelompok-kelompok yang logika berpikirnya terbalik seperti yang saya sebutkan di atas. Artinya, para pendukung Rizhieq itu sebenarnya sedang mendukung sesuatu yang mereka sendiri tidak tahu, karena hanya disuruh boss, dan boss itu bekerjasama dengan pihak-pihak yang kurang setuju dengan kebijakan pemerintah yang nampaknya akan memberangus bisnis-bisnis gelap mereka.

Jadi., karena para pendukung Rizieq itu tidak tahu dengan apa yang mereka perbuat, yang penting perintah pak bos, maka bisa jadi jika pak bos dapat orderan mendemo Tuhan, maka anak buahnyapun akan rela dan siap melakukan demo kepada Tuhan secara berseri. Akan seperti apa? SIlakan pembaca bayangkan sendiri.

1467total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *