Trotoar Jatinegara Disesaki PKL, Wagub Sandi Tegur Camat

Keadaan trotoar di Jalan Urip Sumoharjo, Jatinegara, Jakarta Timur, kian disesaki para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di atasnya. Hal itu juga diperparah dengan perubahan fungsi area pejalan kaki menjadi tempat parkir kendaraan roda dua.

Menyikapi permasalahan tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan telah menegur Camat Jatinegara Nasrudin Abu Bakar agar segera membereskan persoalan ini. Sebab, dirinya heran kenapa mereka dibiarkan berjualan di trotoar, padahal seharusnya para PKL berada di lokasi binaan (lokbin).

“Saya lagi koordinasi sama camatnya, di mana tempatnya. Itu seharusnya ada di loksem (lokasi sementara) atau lokbin (lokasi binaan),” ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (27/1/2018).

Pemprov DKI sedang serius menangani permasalahan trotoar menjadi tempat berdagang. Namun, baru-baru ini ada salah satu kebijakan Anies-Sandi yang menuai perdebatan publik.

Diketahui, sejak Jumat 22 Desember 2017 terlihat ada perubahan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sebanyak 394 pedagang kaki lima (PKL) yang biasanya jualan di trotoar, kini mereka diberikan tenda oleh Pemprov DKI secara gratis.

Namun, Ditlantas Polda Metro Jaya terkesan tidak setuju dengan kebijakan Pemprov DKI tersebut. Mereka meminta Anies-Sandi lebih memperhatikan Tanah Abang secara laik dan tidak melanggar hukum.

“Ya kami harapkan (dipindahkan), kami juga sangat memperhatikan PKL sebagai rakyat kecil, sehingga perlu diberi tempat yang laik yang pantas yang tidak melanggar aturan hukum yang berlaku,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra di Mapolda Metro Jaya.

90total visits,2visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *