Tinggalkan Jakarta, Mayoritas Kendaraan Menuju Arah Bandung

Berdasarkan data sementara dari PT Jasamarga Tbk, hingga H-1 jelang Natal, atau pada Minggu (24/12/2017) siang, sekitar 240 ribu kendaraan milik warga Jakarta dan sekitarnya, sudah melintas di ruas tol Jakarta-Cikampek via GT Cikarang Utama menuju Cikampek.

Ribuan kendaraan itu melintas meninggalkan ibu kota dengan tujuan berbeda, guna mengisi libur panjang pada perayaan Natal dan tahun baru 2018, mulai dari sejumlah tempat wisata atau ke kampung halamannya warga masing-masing.

Adapun ruas Jakarta-Cikampek yang menjadi lintasan masyarakat dan keluarganya itu, memang selalu jadi pilihan untuk mencapai tujuannya perjalanan khususnya, yang hendak menuju daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Pasalnya, tol ini merupakan penghubung jalan bagi pengendara atau masyarakat untuk bisa mencapai tujuannya ke dua daerah tersebut melalui ruas tol lain atau jalan lain, setelah melintas dari GT Cikarang Utama.

Untuk diketahui, ada sejumlah ruas jalan setelah kendaraan dari arah Jakarta itu melintas sebelum ke dua daerah tujuannya tersebut diantaranya, ruas Tol Purbaleunyi menuju GT Cileunyi atau GT Pasteur Bandung, serta menuju ruas Tol Cipali-Palimanan (Cipali).

Adapun di antara ruas jalan tersebut jalur menuju GT Cileunyi melalui ruas jalan tol Purbaleunyi, merupakan arah tujuan yang paling favorit bagi pengguna jalan dari kendaraan dari arah Jakarta yang melintasi ruas Tol Jakarta-Cikampek dalam rangka libur panjang Natal 2017.

“Untuk tujuan favorit libur Natal tahun ini, kami dapati sebagaian besar kendaraan dari Jakarta banyak yang menuju ruas tol Purbaleunyi, untuk kemudian keluar di GT Cileunyi ,” kata AVP Corporate Comunication PT Jasamarga Tbk, Dwimawan Heru, Minggu (24/12/2017).

Hal ini sesuai data dari petugas yang memantau jumlah volume kendaraan pada arus lalu lintas (lalin) mudik libur Natal, sejak Kamis 21 Desember, hingga Sabtu 23 Desember malam.

“Sesuai data jumlah volume kendaraan yang menuju arah Cileunyi via GT Cileunyi meningkat drastis dari lalin normalnya yang hanya 80ribu kendaraan saja yakni, mencapai 115 ribu kendaraan atau naik 43,59%,” jelas Dwimawan.

97total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *