Tiga Terduga Jaringan Teroris Ditangkap di Jambi

0

Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Markas Besar (Mabes) Polri kembali berhasil menangkap anggota jaringan teroris di Jambi. Tiga orang terduga anggota jaringan teroris tersebut, yakni dua pria, RH (39), SL (38) dan seorang wanita, RT (45), hingga Jumat (11/8) masih ditahan dan diperiksa intensif di Markas Brimob Polda Jambi. Ketiga terduga anggota jaringan teroris tersebut diduga masih terkait dengan dua anggota jaringan teroris yang ditangkap bulan lalu di Kampung Bugis, Kota Jambi.

Kapolda Jambi, Brigjen Pol Priyo Widyanto melalui Kabid Humas Polda Jambi, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Kuswahyudi Tresnadi di Jambi, Jumat (11/8) membenarkan penangkapan tiga orang terduga anggota jaringan teroris tersebut. Ketiga terduga teroris tersebut dibekuk di rumah mereka, Desa Kasang Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, Kamis (10/8) sore.

“Ketiga terduga anggota jaringan teroris tersebut dibekuk oleh satuan gabungan Densus 88 Mabes Polri dan Brimob Polda Jambi. Dari rumah terduga teroris tersebut disita beberapa alat bukti aki mobil, kipas angin, televisi, buku-buku, dan telepon genggam,” katanya.

Dijelaskan, ketiga terduga anggota jaringan teroris tersebut berasal dari Sulawesi. Mereka sudah tinggal menetap di Desa Kasang Pudak, Muarojambi selama dua tahun dan sudah memiliki kartu keluarga (KK). Dua terduga anggota teroris tersebut, RH dan RT merupakan suami isteri. Usaha mereka di bidang servis atau perbaikan alat-alat elektronik.

“Dugaan sementara, ketiga terduga teroris tersebut masih ada kaitan dengan dua anggota jaringan teroris yang ditangkap Densus 88 Mabes Polri di Kampung Bugis, Kota Jambi belum lama ini. Namun keterkaitan tersebut masih diselidiki,”katanya.

Sementara itu, Misroji (60), ayah terduga teroris SL mengatakan, Dia tidak menduga anaknya ditangkap karena terkait terorisme. Misroji tidak mengetahui kegiatan anaknya terkait terorisme selama di Jambi. Namun ketika anaknya digelandang aparat, Misroji melihat ada bundelan dibawa polisi dari rumah anaknya.

“Anak saya baru kembali ke Kasang Pudak Lebaran Juni lalu. Dia sudah dua tahun merantau ke Jakarta. Ketika pulang ke Jambi, anak saya sudah berumah tangga dan memiliki seorang anak. Sedikit pun tak ada saya ketahui tindak-tanduk anak saya melakukan kegiatan terorisme selama berada di Jambi,” katanya.

Menyusul penangkapan terduga teroris di Desa Kasang Pudak tersebut, Brimob Polda Jambi masih melakukan pengamanan ketat di rumah ketiga terduga teroris tersebut. Garis polisi juga masih dipasang di rumah terduga teroris itu.

Kepala Desa Kasang Pudak, Hepni mengaku tidak mengetahui aktivitas terduga teroris yang diamankan polisi di desa tersebut. Dia hanya mengetahui warganya bernama Suherman yang tinggal di Rukun Tetangga (RT) 6 ditangkap polisi.

Selama ini, Suherman terkesan tertutup kepada warga sekitar. Kegiatan sehari-hari Suherman pun hanya diketahui sebagai tukang servis alat elektronik.

79total visits,1visits today

Share.

About Author

Leave A Reply