Terungkap! Proyek SETI Milik Astronot AS yang Khusus Berburu Alien

The Search for ExtraTerrestrial Intelligence (SETI) bekerja untuk mencari sinyal radio dari peradaban di tempat lain pada galaksi. Namun kini SETI sedang mengambil langkah baru dan uniknya melibatkan laser.

SETI ingin membangun serangkaian observatorium kamera khusus untuk terus-menerus memindai seluruh langit untuk mencari kilatan laser yang bisa menjadi tanda kehidupan lain.

Selama hampir 60 tahun, strategi favorit untuk mencari tanda-tanda peradaban di luar Bumi yakni mencari sinyal radio yang sengaja disemayamkan di Bumi. Dengan demikian, strategi tersebut menjadi konvensional, di mana SETI mencari sinyal yang panjang dan berulang yang dipancarkan pada kita selama berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan pada suatu waktu dengan asumsi bahwa pengirim ingin memberi kita waktu untuk memperhatikan sinyal tersebut.

Kemudian mencatat beberapa pengulangan strategi ini sebagai cara untuk mengisi setiap celah yang disebabkan oleh gangguan atau pengaturan sumber di bawah cakrawala.

Namun, itu bukan satu-satunya media komunikasi antarbintang. Secara teori, laser juga dapat digunakan untuk mengirim pesan di antara bintang-bintang, karena mereka bisa difokuskan ke balok yang sangat ketat dan disetel ke frekuensi monokromatik yang bisa menembus debu dan gas ruang.

Sinyal laser yang sampai pada kita juga mungkin sangat singkat, karena tidak sengaja ditujukan pada kita. Tapi Bumi kebetulan berada di jalan untuk waktu yang singkat. Hal yang sama mungkin terjadi pada balok radio, namun laser berbeda karena memungkinkan untuk melihat bagian langit yang jauh lebih besar sekaligus dibandingkan dengan sinyal radio.

Rencana SETI membuat serangkaian observatorium di seluruh dunia dengan menggunakan sudut kamera yang lebar dan khusus yang dapat terus mengawasi keseluruhan langit karena adanya tanda-tanda kilatan laser yang bisa menjadi tempat asal penghuni lain selain manusia.

Kamera tersebut akan menggunakan optik sudut lebar dan spectroscopy tanpa celah untuk mencari kilatan monokrom di langit dengan kecepatan 1.000 frame per detik. Dengan menggunakan dual-camera yang berfungsi sebagai backup satu sama lain, yang memungkinkan dapat menjangkau area yang luas dengan cepat dan dengan biaya lebih murah tentunya.

Dijuluki laser SETI karena proyek ini bermaksud mendeteksi kilatan sesingkat milidetik atau kurang, dan mengetahui apakah kilatan tersebut akan berulang atau tidak. Mereka juga akan melakukan percobaan selama dua tahun dan sekarang siap untuk berpindah ke fase observasi lapangan, namun itu berarti SETI harus mengumpulkan dana untuk pemasangan dua detektor dan operasi mereka.

Harapannya adalah bahwa hal ini pada akhirnya akan menghasilkan produksi dan penyebaran skala besar di seluruh dunia dan mengetahui keberadaan makhluk asing selain manusia di Tata Surya ini. Demikian sebagaimana dikutip dari New Atlas, Kamis (20/7/2017).

147total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *