Terseretnya Kader PDIP, Dede Budhiyarto: tak Perlu Ditindaklanjuti, Omongan Setnov Tukang Ngibul

Pegiat media sosial, Dede Budhiyarto memberikan tanggapan soal terseretnya sejumalah kader PDIP di kasus korupsi EKTP.

Dilansir TribunWow.com, melalui akun Twitter @kangdede78, yang diunggah pada Minggu (25/3/2018).

Diketahui dua Politikus PDI-P, Puan Maharani dan Pramono Anung disebut Setya Novanto turut menerima uang dari proyek e-KTP.

Hal ini terungkap dari keterangan Setya Novanto yang diperiksa sebagai terdakwa di sidang lanjutan hari ini, Kamis (22/3/2018) di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Menyoal uang ke Puan dan Pramono masing-masing USD 500 ribu, diterangkan Setya Novanto itu berdasarkan dari pengakuan Made Oka Masagung di rumahnya. Dalam pertemuan itu, hadir pula Andi Narogong.

Namun ketika ditanya lebih lanjut, Setya Novanto belum mengkonfirmasi soal hal itu kepada Puan dan Anung Pramono.

Selain kedua nama itu, Setya Novanto juga menyebut mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR Jafar Hafsah, mantan Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap, mantan Wakil Ketua Komisi II DPR Ganjar Pranowo. Anggota DPR berikutnya saat itu yang disebut Setnov ikut menerima, yaitu Melchias Markus Mekeng, Tamsil Linrung, Arif Wibowo dan Olly Dondokambey.

Terkait dengan pengakuan Setya Novanto itu, Dede Budhiyarto memberikan komentar.

Menurut Dede Budhiyarto, tidak semua nama yang disebutkan dalam persidangan harus ditindaklanjuti untuk pengembangan penyelidikan sebuah kasus.

Terlebih menurutnya, Setya Novanto sebagai tersangka.

Bahkan Dede Budhiyarto menyebut Setya Novanto sebagai tukang ngibul.

“Tidak semua nama yang disebutkan dalam persidangan harus ditindaklanjuti untuk pengembangan penyelidikan sebuah kasus.

Apalagi yg ngomong Setnov, Tersangka sekaligus tukang NGIBUL,” cuitnya

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan tudingan Setya Novanto bahwa ada aliran uang proyek KTP elektronik kepada Puan Maharani dan Pramono Anung, tidak lah benar.

Menurut Hasto, PDIP tidak punya kuasa dalam proyek tersebut karena merupakan partai oposisi saat itu.

Namun meski demikian, KPK akan meminta keterangan saksi lain yang terkait, mengingat Setya Novanto mengetahui bahwa Puan dan Pramono menerima kucuran dana dari orang lain.

“Karena terdakwa masih mengatakan mendengar dari orang lain, maka tentu informasinya perlu dikroscek dengan saksi dan bukti lain,” ungkap Febri.

44total visits,3visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *