Terpidana Kasus Terorisme SerangTenaga Medis dan Petugas Lapas Nusakambangan

Insiden penyerangan terhadap petugas oleh warga binaan di Lapas Nusakambangan kembali terjadi.

Seorang narapidana (napi) Lapas Pasir Putih Nusakambangan menyerang dan menganiaya beberapa petugas Lapas hingga mereka mengalami luka memar dan lecet di beberapa bagian tubuh, Senin (22/1/2018).

Kasubbag Humas AKP Bintoro Wasono mengatakan, tim gabungan dari Polres Cilacap dan Lapas Nusakambangan telah melumpuhkan pelaku penyerangan, ZL alias Abu Irhab (35) terpidana kasus terorisme di Lapas Pasir Putih Nusakambangan Cilacap.

Peristiwa tersebut terjadi di ruang kamar no 9 Blok A Lapas Pasir Putih Nusakambangan Cilacap yang dihuni oleh pelaku sekira pukul 09.45 WIB.

Pelaku mulanya mengeluhkan rasa sakit kepada petugas hingga ia minta diperiksa oleh petugas medis dari Lapas.

Petugas akhirnya mengirim tim medis untuk memeriksa kesehatannya.

ZL tiba-tiba menyerang perawat yang saat itu tengah mengukur tensi darahnya menggunakan kawat.

“Tidak berhenti di situ, dia kemudian menyiram kuah sayur ke wajah petugas,” katanya, Selasa (23/1/2018).

Bukannya berhenti, pelaku justru semakin liar melancarkan serangan ke petugas lain.

Ia langsung memukul dokter Lapas yang saat itu sedang mengawasi pemeriksaan.

Pelaku secara membabi buta menyerang petugas lain yang saat itu berada di ruang sel pelaku.

Akibat aksi brutalnya itu, beberapa petugas mengalami luka memar dan lecet di beberapa bagian tubuh dan wajah.

“Setelah kejadian tersebut pelaku bisa ditangkap dan dimasukkan kembali ke dalam ruangan selnya,” katanya.

Namun ZL tak menyerah begitu saja meski telah dilumpuhkan petugas.

Ia kembali berulah saat hendak dipindahkan dari blok A ke Blok C oleh petugas.

ZL menganiaya petugas yang akan membawanya pindah ke sel lain berbekal senjata kawat yang disimpannya.

Akibatnya, KPLP Lapas pasir Putih yang memimpin pemindahan ikut mengalami luka goresan pada bagian tangan.

Sita Kawat dan Cangkir
Reskrim Polres Cilacap, Polsek Cilacap Selatan dan anggota Pos Polisi Nusakambangan melaksanakan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) gabungan.

Petugas berhasil menyita sebuah potongan kawat ukuran 6 inci dan sebuah gelas cangkir melamin warna cokelat bertangkai yang diduga digunakan pelaku untuk menyerang petugas.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun.

“Petugas masih melakukan pemeriksaan saksi saksi dan barang bukti lainnya,” katanya.

83total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *