Terkuak Fakta di Balik Penyebaran Hoaks Judul Konten Dewasa

0

Sebuah tautan di-share pemilik akun Facebook Cut Meutia Adrina. Kalimatnya berbunyi, ”Pakar IT No. 1 Dubai Mengatakan Chat HRS-FIRZA 100% Fake (Palsu), Begini Penjelasannya….”

Dalam tautan itu juga terdapat tulisan news.detik.com. Seolah-oleh tautan tersebut berasal dari portal berita Detik.

Tautan itu juga dilengkapi foto yang seolah-olah menggambarkan aktivitas pakar IT Dubai. Pakar tersebut diberi nama Salman Khan.

Tautan yang dibagikan Cut Meutia itu seketika viral. Ada 1.400 facebooker yang beraksi dengan mengeklik sejumlah ikon.

Status itu juga dibagikan hingga 598 kali. Juga, ada 98 komentar di dalamnya. Sebenarnya status yang dibuat Cut Meutia tersebut tipu-tipu.

Modusnya persis dengan orang yang menyebarkan hoax tentang berita beredarnya foto berbusana tak lengkap Najwa Shihab (Jawa Pos/JPNN, 19 Juli 2017).

Tautan yang disebar Cut Meutia itu tak mengarah ke portal berita seperti yang tertulis. Anda akan diarahkan ke sebuah laman blog http://facebook-redirect-info.blogspot.com/2017/06/blog-post_19.html. Di dalam laman itu, Anda tidak akan melihat tampilan portal berita Detik.

Yang ada justru tampilan portal berita Republika. Tipu-tipu tersebut dilakukan dengan teknik i-frame. Pengunjung website seolah-olah dibuat sedang mengakses portal berita Republika.

Dalam situs tipu-tipu itu, Anda tak akan menemukan berita tentang pakar IT Dubai yang menyatakan chat Rizieq Shihab dan Firza Husein palsu.

Ketika Anda mengakses situs itu, dalam hitungan beberapa detik akan muncul pop-up. Lalu, Anda akan diarahkan ke halaman penginstalan aplikasi MLM pemberi hadiah pulsa Cashtree.

Dosen Universitas Ma Chung Soetam Rizky Wicaksono mengatakan, situs yang dibuat penyebar hoaks itu termasuk scam.

Modusnya sama dengan penyebar hoax tentang berita tersebarnya foto Najwa Shibab. Pelaku sengaja membuat status palsu di Facebook.

”Saat ini banyak aplikasi online yang bisa digunakan untuk membuat status palsu di Facebook,” ujarnya.

Lewat aplikasi semacam itu, pelaku bisa dengan mudah memanipulasi seolah-olah menyebarkan tautan berita dari portal berita mainstream.

Soetam mengatakan, hoaks semacam itu bisa diantisipasi dengan melaporkan ke penyedia layanan blog yang digunakan pelaku. Misalnya, melaporkannya ke blogspot.

”Biasanya 3–4 hari akan direspons oleh blogspot dengan mematikan URL yang dilaporkan sebagai penipuan,” ungkapnya.

Berdasar penelusuran Jawa Pos, modus semacam itu sering dilakukan orang-orang yang mengikuti MLM model semi-Ponzi.

MLM model tersebut biasanya memberikan bonus besar kepada anggota yang ada di level atas. Nah, mereka yang di level tengah biasanya akan mencari cara berburu downline sebanyak-banyaknya. Berbagai cara dilakukan, termasuk membuat website scam dengan modus menyebarkan informasi hoaks.

Selain berita hoaks soal Rizieq dan Najwa, Jawa Pos menemukan berbagai konten palsu lain dengan modus sama.

Konten-konten itu tersebar di berbagai media sosial, kebanyakan Facebook. Pelakunya juga diduga sama. Yakni, mereka yang sedang berburu rezeki lewat MLM Cashtree.

Konten-konten palsu itu biasanya dibumbui dengan kalimat yang memancing orang untuk mengeklik. Kebanyakan menggunakan kalimat yang mengandung unsur pornografi.

Jadi, Anda yang diam-diam suka mencari konten dewasa lebih baik sekarang waspada. Sebab, di jagat maya makin banyak orang yang berburu downline MLM dengan cara culas.

85total visits,2visits today

Share.

About Author

Leave A Reply