Terkendala Lahan, Lokasi Tol Cibitung-Cilincing Diubah!

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mempercepat perubahan penetapan lokasi (penlok) jalur Tol Cibitung-Cilincing.
Pembaruan penlok tersebut berada di trase Cilincing atau wilayah administrasi DKI Jakarta. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, perubahan penlok tersebut dimungkinkan karena masih ada kendala lahan. Perubahan tersebut dipastikan dilakukan secepatnya karena pembangunannya akan dimulai tahun ini.

“Perubahan ini dipercepat mengingat Pemerintah DKI akan segera berganti kepemimpinan. Supaya administrasinya tidak berubah, sebelum pergantian, kami akan lakukan segera,” ujar Basuki, di Jakarta.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna mengatakan, perubahan penlok tersebut tidak akan mengubah trase jalan tol. “Hanya ada pergeseran. Karena memang di wilayah itu sudah ada bangunan, jadi digeser sedikit,” katanya.

Dia menuturkan, penetapan penlok untuk jalan tol sepanjang 34 kilometer (km) itu akan menentukan cepat atau lambatnya pembebasan lahan. “Kami belum bisa bebaskan lahan dan belum bisa membangun kalau itu belum ditetapkan makanya kita percepat segera,” ucapnya. Herry mengatakan, secara umum pembebasan lahan pada semua seksi baru mencapai 29%.

Adapun pekerjaan konstruksi akan dimulai tahun ini dan ditargetkan bisa beroperasi pada 2019. Jalan tol ini dibangun dengan investasi mencapai Rp4,22 triliun meliputi empat seksi, yakni Seksi 1 Cibitung-Telaga Asih sepanjang 2,96 km, Seksi 2 Telaga Asih-Tembelang (9,41 km), Seksi 3 (Tembelang-Mekar Jaya (13,09 km), serta Seksi 4 (Mekar Jaya-Cilincing) sepanjang 8,56 km.

Jalan tol ini sebelumnya dimiliki oleh investor asal Malaysia melalui PT MTD CTP Expressway dengan porsi kepemilikan 55%. Selanjutnya, pada April 2017, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mengumumkan pembelian saham jalan tol Cibitung-Cilincing dari Malaysia.

Saat ini, PT Waskita Karya melalui anak usahanya, PT Waskita Toll Road, berbagi kepemilikan jalan tol tersebut bersama PT Pelindo II dengan porsi 55% dan 45% (Pelindo II). Diharapkan jalan tol ini mampu mengurangi beban angkutan barang dan kendaraan di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek yang melintasi kawasan Cawang.

200total visits,2visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *