Terduga Teroris Tak Melawan Saat Ditangkap di Bandara Supadio Pontianak

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri bersama dengan Subdit IV Direktorat Intel Polda Kalbar menangkap NH, yang diduga teroris di ruang tunggu Bandara Internasional Supadio Pontianak, Senin kemarin sekitar pukul 11.00 WIB.

Pria kelahiran 7 Juni 1981 di Sekuduk, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat ini disergap ketika hendak berangkat ke Kuching, Sarawak, Malaysia.

Pria bernomor paspor AP 491045 tersebut tercatat menggunakan maskapai Air Asia. Nomor penerbangannya AK-1029. Paspor miliknya dikeluarkan Imigrasi Pontianak pada 25 Juni 2017 dan berlaku hingga 25 Juni 2022.

Usai penangkapan yang terkesan senyap itu, NH langsung digiring ke Mapolda Kalbar, Jalan Ahmad Yani I. Divisi Keamanan Bandara Supadio Pontianak, Zulbrito membenarkan peristiwa itu. Menurutnya, NH tidak melawan petugas ketika ditangkap.

Dikatakannya, sebelum melakukan penangkapan terhadap terduga teroris tersebut, kepolisian meminta izin kepada pihaknya. “Setelah masuk ke dalam, anggota polisi tiba-tiba menggiring seseorang. Kejadiannya sangat singkat,” ujarnya.

Kapolda Kalbar, Irjen Pol Erwin Triwanto belum bisa terhubung. Begitu juga dengan Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Nanang Purnomo. Nomor selulernya pun dalam keadaan tidak aktif.

Sementara itu, Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Purwanto membenarkan penangkapan terhadap seorang terduga teroris tersebut. “Penangkapan dilakukan Densus 88 dan Polda Kalbar. Saat itu anggota KP3U (Kesatuan Pelaksana Pengawasan Pelabuhan Udara, jajaran Polresta Pontianak) juga berada di lapangan,” jelasnya, Senin (27/11/2017) malam.

Menurutnya, penanganan terduga teroris ini ditangani Polda Kalbar. Intinya, NH merupakan target operasi (TO) Intel Polda Kalbar dan Densus 88. “Saat di bandara, ketika mau berangkat terduga langsung ditangkap. Jajaran KP3U membantu pengamanan,” pungkasnya.

105total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *