Tasiwan Kaget Gundukan Tanah Makam Bayinya Acak-acakan, Tali Pocong Jenazah Raib

Kasus pembongkaran makam bayi di Komplek TPU Mbeji Jalan Landak Mertasinga, Kecamatan Cilacap Utara masih menyisakan misteri.

Beragam spekulasi pun bermunculan terkait motif aksi pembongkaran kuburan berumur 40 hari itu.

Ada yang menduga pembongkaran makam yang hanya berjarak beberapa meter dari rumah warga itu terkait praktik ilmu hitam.

Tasiwan (42), orang tua mendiang bayi itu tentu saja terpukul atas kejadian ini.

Tasiwan yang mendapati kabar itu dari tetangganya langsung mendatangi kuburan anaknya.

Orangtua itu terkejut lantaran mendapati gundukan tanah pada makam putrinya telah acak-acakan.

“Mungkin dibongkarnya tengah malam. Ketahuan warga kalau dibongkar pagi,” kata Tasiwan Jumat (12/1/2018).

Kala makam putrinya dibongkar lagi untuk diperiksa, alangkah terkejutnya ia saat mengetahui tali pocong jenazah putrinya telah hilang.

Kain kafan pada jasad itu juga sebagian diambil oleh pelaku.

Keganjilan itu menguatkan dugaan terkait motif pelaku pembongkaran.

Isu yang berkembang selama ini, pembongkaran makam bayi untuk pengambilan tali pocong atau potongan kain kafan dipakai untuk syarat praktik ilmu hitam.

Sebelum kejadian ini, dari informasi warga yang diterimanya, ada orang tak dikenal yang beberapa kali mendatangi makam putrinya pada menjelang magrib.

Namun warga tak menaruh curiga terhadap orang itu.

Seorang saksi, Sudiyah mengungkapkan, ia pertama kali melihat kejadian itu sekitar pukul 05.30 WIB.

Ia mencurigai kondisi sebuah makam yang telah acak-acakan.

Ia melihat ceceran tanah dan potongan bambu di makam itu. Jejak kaki diduga pelaku masih membekas di tanah makam.

Mmelihat keganjilan itu Sudiyah langsung memanggil warga untuk ikut memeriksanya.

Sudiyah yang tinggal dekat dengan pemakaman mengaku baru kali ini menyaksikan kejadian semacam ini.

52total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *