Tanpa C6 Tetap Bisa Memilih, Jangan Mau Dibodohi / Ditakuti, Pidanakan Yang Mengintimidasi

0

BANGNAPI.COM, Jakarta – Tanpa C6 Tetap Bisa Memilih, Jangan Mau Dibodohi / Ditakuti, Pidanakan Yang Mengintimidasi.

Formulir C6 Bukan Syarat untuk Memilih.

Ini sebagai informasi buat semua pemilih Ahok-Djarot bahwa form c6 mungkin saja akan dipersulit sehingga kalian tidak akan mendapatkan form C6 itu, banyak kasus contoh juga C6 nomornya pada salah.

Sebelumnya C6 yang salah itu dikabarkan akibat “Human error” Beritanya adalah sebagai berikut: Kompas

Komisioner KPU DKI Jakarta Bidang Pemutakhiran Data Pemilih Moch Sidik menanggapi beredarnya informasi perbedaan nomor induk kependudukan (NIK) yang ditulis dalam formulir C6 atau surat pemberitahuan memilih dengan NIK asli yang ada dalam E-KTP.

Menurut Sidik, perbedaan tersebut kemungkinan terjadi karena kesalahan kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) saat menulis NIK dari berkas daftar pemilih tetap (DPT).

“Jadi human error, harus dipastikan. Jadi cek saja sidalih, kalau terdaftar, mestinya NIK benar di DPT, cuma C6 aja yang bermasalah,” ujar Sidik di Kantor KPU DKI, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Senin (17/4/2017).

Sebenarnya alasan ini bagi saya tidak logis mengapa?  Bagaimana mungkin bisa, di era perkembangan teknologi yang semakin maju masih ada istilah human error? Nama dan NIK ada didepan mata, error itu kalau cuma salah 1-2 angka saja, kalau NIKnya semua salah, itu kesengajaan, dan yang lebih kelihatan masif lagi, error-erronya kok hanya di pendukung paslon nomor 2 saja ya?

Banyak kicauan ditwitter yang menunjukan hal tersebut, berikut beberapa gambar yang terlampir sebagai bentuk kesalahan dari penulisan.

formulir c6

Jangan khawatir, ketika kalian dengan sengaja tertulis salah ( Kita anggap saja mereka sesuai dengan apa yang mereka katakan yaitu human error ) namun jika tidak diberikan C6, santai saja, karena tujuan C6 tidak diberikan untuk mengintimidasi kalian agar tidak datang ke TPS.

Sebelumnya mari saya jelaskan buat yang belum paham, form atau lembar C6-KWK II itu adalah surat pemberitahuan pemungutan suara kepada pemilih, catat bahwa ini hanyalah surat pemberitahuan.

Dari pemilihan ke pemilihan, banyak warga dibodohi dan ditakut-takuti bahwa tanpa ada surat pemberitahuan C6 maka tidak bisa memilih. Pembodohan ini dilakukan oleh pihak-pihak yang ingin memenangkan calonnya dengan cara curang. Mereka menipu para pemilih dengan info sesat. 

Pemilih Ahok-Djarot jika tidak diberikan surat pemberitahuan, tetap boleh memilih karena namanya sudah ada dalam daftar pemilih tetap (DPT), dengan ada namanya di DPT tapi tidak dapat C6. Maka 100% sudah dapat dipastikan anda dapat memilih di TPS-nya masing-masing.

Saya yakin nanti akan ada oknum-oknum yang akan melakukan kecurangan seperti itu, maka pemilih Ahok-Djarot harus merekam semua proses di TPS dan ikut memantau dengan seksama, bisa bicara dengan saksi Ahok-Djarot juga.

Jumlah surat suara yang tersedia di TPS itu berdasarkan jumlah DPT + 2,5% dari jumlah DPT untuk cadangan, bukan berdasarkan jumlah form C6, jika nanti pemilih Ahok-Djarot yang tidak dikasih form C6 lalu mau memilih, KPPS bilang surat suara sudah habis jangan di diamkan. 

Dapat dipastikan KPPS itu menipu kalian dan ingin agar kalian tidak bisa memilih Ahok-Djarot. Itu tindak pidana, segera kalian proses.

Harap ingat bahwa pemilih Ahok-Djarot tanpa ada form C6, pemilih tetap bisa memilih karena namanya ada dalam DPT, jika nama ada tapi tidak diberikan C6, maka KPPS di TPS kalian dapat dipastikan akan melakukan kecurangan untuk kalahkan Ahok.

Cek nama kalian disini  https://ahokdjarot.id/cek-data-pemilih, jika ada tapi tidak diberikan C6 maka KPPS kalian dipastikan akan melakukan kecurangan. Jika nama kalian tidak ada di DPT, tetap ke TPS dan kalian juga bisa memilih diatas jam 12 siang.

Tetapi tetap, pantau siapa yang memilih diatas jam 12 siang. Kalau ada orang yang tidak dikenal maka pertanyakan, jangan sampai orang yang bukan warga DKI di Import untuk memilih diatas jam 12.

Bantu informasikan kepada yang lain, agar supaya Pilkada DKI tidak dicemari oleh para oknum KPPS untuk kalahkan Ahok-Djarot.

Jangan lupa bawa KTP / KK / SIM. Ingat: Pemilih diatas jam 12 tidak boleh orang yang berdomisili dari luar daerah tersebut. Tunjukan KTP / KK nanti memilih di Jam 12.00 – 13:00. Tidak ada alasan habis surat suara, karena yg boleh hanya warga setempat.

388total visits,1visits today

Share.

About Author

Leave A Reply