Tak Tepat KPK Ikut Usut Kasus Novel

0

Pakar hukum Andi Hamzah menilai tidak tepat jika KPK ikut terlibat dalam tim khusus untuk pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Pasalnya, KPK tidak memiliki kewenangan mengusut tindak pidana umum.

“Tidak perlu bekerja sama, polisi saja sendiri. Lucu jadinya jika KPK ikut mengusut karena ini pidana umum,” kata Andi di Jakarta, Selasa (27/6).

Dalam konferensi pers bersama yang digelar di Kantor KPK, Senin (19/6), Ketua KPK Agus Rahardjo dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian memberi sinyalemen pembentukan tim khusus untuk menemukan pelaku penyiraman air keras terhadap Novel.

‎Menurut Andi, Polri bisa menggandeng Kejaksaan atau intelijen negara untuk menemukan titik terang pelaku penyiraman. “Kerja sama dengan Kejaksaan barang kali iya, dan intelijen. Dengan intelijen negara,” kata Andi.

Selain itu, ujarnya, Komnas HAM dan Ombudsman juga bisa dilibatkan untuk mengungkap lebih dalam lagi siapa aktor utama yang melakukan teror keji terhadap penegak hukum Indonesia.

Menurutnya, perkara Novel sejatinya bukan perkara pelik yang sulit untuk diungkap. Dirinya menyayangkan penyelesaian kasus Novel terkesan mengambang.

“Sudah ada bukti CCTV, ada saksi-saksi, nomor pelat polisinya sudah ketahuan. Tinggal cari siapa yang punya motor. Yang jelas, gampang menurut saya,” katanya.

131total visits,2visits today

Share.

About Author

Leave A Reply