Tak Miliki Paspor, WNA asal Tiongkok Diamankan Polres Seluma

Seorang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok, Tang Xunqi (28), diamankan anggota Polres Seluma, Bengkulu, karena tidak ketika diperiksa tidak bisa memperlihatkan paspor, dan dokumen imigrasi lainnya kepada petugas kecuali tiga lembar kartu bertulisan huruf China.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Seluma, AKBP Jeki Rahmat Mustika, di Bengkulu, Senin (30/10), membenarkan hal tersebut.

“Satu orang WNA asal Tiongkok kami amankan karena tidak memiliki dokumen imigrasi. WNA ini diamankan ketika anggota Polres menggelar razia kendaraan umum dan pribadi di jalan lintas Bengkulu-Seluma, Minggu (29/10) lalu,” ujarnya.

Tang Xunqi diamankan petugas dari sebuah mobil Toyota Avanza hitam metalik B 9059 PIE yang tengah melintas di depan Mapolres Seluma. Dalam kendaraan tersebut juga terdapat seorang lagi, yakni Hendra Gunawan, warga Pagar Dewa, Kota Bengkulu.

WNA asal Tiongkok ini setelah menjalani pemeriksaan di Mapolres Seluma diketahui sebagai karyawan dari perusahaan PT Vivan yang menjual barang elektronik dan aksesori handphone (HP) untuk wilayah Provinsi Bengkulu.

Tang Xunqi setelah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Seluma langsung diserahkan ke Kantor Imigrasi Bengkulu untuk menjalani proses selanjutnya.

“WNA asal Tiongkok ini setelah kita periksa pada Senin (30/10) siang, kami serahkan ke Kantor Imigrasi Bengkulu, untuk menjalani proses selanjutnya. Sebab, Imigrasi merupakan instansi pemerintah yang berhak menindak WNA yang melangggar dokumen Imigrasi,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Imigrasi Bengkulu, belum berhasil dikonfirmasi.

Seperti diketahui sejak dua tahun terakhir banyak ditemukan orang asing, khususnya asal Tiongkok masuk ke Bengkulu tanpa dilengkapi dokumen Imigrasi alias ilegal.

Mereka masuk ke Bengkulu bekerja sebagai karyawan perusahaan swasta yang bergerak di bidang pertambangan batu bara, dan proyek pembangunan pembangkit listrik, berlokasi di Kabupaten Bengkulu Utara, Lebong, dan Bengkulu Tengah.

Bahkan, beberapa waktu lalu ada sejumlah WNA asal Tiongkok yang bekerja di perusahaan batu bara di Bengkulu Utara, terpaksa kembalikan atau dideportasi ke negara asalnya oleh Imigrasi setempat, karena masuk ke Indonesia secara ilegal alias tanpa dilengkapi dokumen imigrasi resmi.

Mereka datang ke Bengkulu dibawa oleh salah satu perusahaan yang bergerak di bidang usaha pertambangan batu bara di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara. WNA asal Tiongkok ini terjaring ketika petugas Imigrasi Bengkulu melakukan razia mendadak di perusaahan tersebut.

30total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *