Susu-Telur-Bubur Jadi Cara Ampuh 1000 Guru dan KFC Berantas Buta Huruf Anak-anak di Pedalaman

Sudah dua tahun lamanya PT Fast Food (KFC) Indonesia bekerjasama dengan komunitas 1000 Guru bahu membahu memberantas buta huruf sekaligus membantu mencerdaskan anak-anak di pedalaman Nusantara.

Akhir pekan lalu, sekitar 25 relawan 1000 Guru dan KFC terjun langsung ke SDN (Paralel) Mata We Tame yang berada di Dusun Mata We Tame, Desa Lolo Mano, Kecamatan Tanah Righu, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur.

Kondisi desa Lolo Mano saat ini sedang mengalami kekeringan parah yang sudah melanda sejak Mei lalu. Tak ada listrik yang masuk ke desa yang berjarak sekitar 40 km dari Ibukota Kabupaten Sumba Barat yakni Waikabubak.

 Jalanan menuju desa berupa tanjakan, kelokan dan turunan bukit sebagian mulai mengelupas dan berdebu. Kanan kiri masih didominasi ilalang dan sepi.

Rumah-rumah penduduk yang terlihat dari jalanan utama desa, sebagian besar berasal dari anyaman bambu atau gedek dengan atapnya dari daun ilalang atau seng.

Terlihat juga lantai rumah warga sebagian besar masih berupa urukan tanah bercampur bebatuan kapur.

Beruntung terdapat mata air yang tak pernah kering menyembul dari lemabh di bukit kapur-cadas yang mendominasi kawasan desa itu.

Kondisi alam yang sulit, membikin warga yang berprofesi sebagai petani dan peternak menjadi miskin.

Dari bebukitan, warga menanam jagung, ubi untuk bahan konsumsi setiap hari.

Walhasil, anak-anak desa terlihat kurang gizi.Badan mereka lebih kecil, pendek dan kurus dari anak-anak seusianya. Kecerdasan anak-anak yang bersekolah tanpa ada fasilitas apapuns elain gedung reyot, juga jauh tertinggal.

Smart Center

 Kehadiran rombongan 1000 Guru dan KFC pada Jumat (8/11/2017) pagi langsung disambut meriah para warga.

Mereka berduyun-duyun mendatangi sekolahan untuk menyaksikan anak-anaknya dididik relawan Komunitas 1000 Guru yang sebagian besar hadir dari kota-kota besar di Pulau Jawa.

KFC dan 1000 Guru tak perlu waktu lama untuk menetapkan SDN bergedung reyot hasil swadaya masyarakat itu menjadi Smart Center Project.

“Selama enam bulan, kami akan bantu anak-anak di sini berupa pemberian nutrisi seminggu tiga kali. Kami juga akan membangun satu ruang kelas dan juga membantu memberikan tas dan sendal ke seluruh anak,” ujar GM Marketing KFC Indonesia Hendra Yuniarto.

Menurut Hendra, seluruh siswa SDN (Paralel) Mata Wee Tame akan diberikan gizi berupa susu, kacang hijau dan telur selama tiga hari dalam sepekan selama enam bulan.

Pemberian nutrisi ini dilakukan agar kecerdasan anak meningkat. Selama ini anak-anak desa Lolo Mano sangat kekurangan gizi sehingga mereka sulit berkonsentrasi.

“Ini merupakan salah satu dukungan KFC Indonesia dalam rangka memperluas jangkauan program (Smart Center),jelas Hendra.

Menurut Hendra, perhatian KFC Indonesia untuk pendidikan di pedalaman Indonesia tersebut merupakan salah satu bentuk tanggungjawab sosial KFC.

KFC Indonesia menyerahkan donasi kepada komunitas 1.000 guru yang dananya merupakan gabungan dari kontribusi konsumen melalui pembelian produk KFC dengan dana kegiatan sosial KFC.

 Melalui dana yang sudah diserahkan ke 1000 guru, KFC ingin membantu komunitas tersebut dalam hal pengentasan tuna aksara, penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak pedalaman sekaligus memberikan pelatihan kepada guru-guru untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan mengajar.

Tak hanya dukungan terhadap Smart Center, PT. Fastfood Indonesia tersebut juga memberikan bantuan berupa pembangunan satu ruang kelas serta bantuan sarana air bersih di sekolah pararel tersebut.

Nutrisi

Sementara itu, Penggagas Komunitas 1000 Guru Jemi Ngadiono mengatakan program “Smart Center” merupakan salah satu program unggulan dari komunitas tersebut.

“Kami berikan nutrisi agar otak anak-anak ini mendapat nutrisi yang baik sehingga bisa menyerap pelajar dengan baik. Tanpa perbaikan nutrisi, kecerdasan anak-anak akan jauh tertinggal,” ujar Jemi Ngadiono yang juga menjadi Ketua 1000 Guru.

Saat diberikan nutrisi berupa susu, bubur kacang hijau dan telur selama tiga hari dalam sepekan, tingkat kehadiran anak-anak di sekolah semakin meningkat.

Dalam program Smart Center di Sumba kali ini selain membuka pihaknya juga bersama KFC memberikan tas serta kurang lebih 130 sandal kepada para siswa di sekolah tersebut.

Ia menjelaskan untuk tahap pertama Smart Center akan dipantau terus hingga enam bulan ke depan. Namun dalam perjalanan jika berjalan dengan baik program tersebut maka nantinya akan diperpanjang selama setahun.

Selain memberikan nutrisi dan perbaikan infrastruktur sekolahan, para relawan 1000 Guru juga akan kontinyu terjun ke sekolah tersebut.

Pada kehadiran perdana, sekitar 25 relawan 1000 Guru langsung mengajar anak-anak mulai dari kelas 1 sampai 6.

 Mereka mengajar bernyanyi, membaca,peta Indonesia,menghafal Pancasila dan berbagai kegiatan lain.

Jemi menjelaskan komunitas 1.000 guru adalah gerakan inspirasi peduli pendidik bagi anak-anak pedalaman negeri yang digagas oleh dirinya pada 22 Agustus 2012.

Memasuki tahun ke-5 komunitas itu sendiri telah hadir di 30 kota dan 35 provinsi di Indonesia.

Komunitas 1000 Guru terdiri dari relawan muda yang berasal dari latar belakang sosial yang memiliki kesamaan visi terhadap dunia pendidikan.

Dan selama tahun 2014-2017 komunitas yang juga ada di Kupang tersebut telah membagikan 45.000 tas sekolah, alat tulis dan penyuluhan kesehatan kepada 12.500 anak di seluruh Indonesia. Dan, Smart Center Project telah menjangkau sekitar 1.125 anak di seluruh Indonesia.

181total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *