Surya Paloh Persilakan Khofifah Duduk di Kursi Keluarga

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh saat kedatangan Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa membuka ruang kerja pribadinya lebar-lebar. Surya terus melempar senyum atas kedatangan Khofifah di kantor DPP NasDem, Rabu (11/10) sore.

Beberapa meja dan sofa terlihat di depan meja kerja Surya Paloh. Tetapi, dia mengarahkan ketua umum Muslimat NU itu di meja yang berada di samping tempat duduk kursi pribadinya.

 “Silakan ibu, di sini saja. Ibu sudah seperti keluarga sendiri,” ucap Paloh menyambut.

Di ruangan yang memiliki luas sekira 25x 15 meter dan berada di lantai 5 itu, tawa renyah terus terdengar dari dua sosok tersebut. Terlebih, saat Surya melontarkan candaan kepada Khofifah di depan awak media.

“Bu Khofifah belum ngomong, kami sudah mendukung. Apalagi kalau sudah ngobrol begini,” ucap Paloh seraya disambut tawa Khofifah.

Humas DPP NasDem, Charles Meikyansah menjelaskan di kursi itu juga, pertemuan antara bos media itu dengan Jokowi berlangsung saat akan melakukan pendaftaran calon presiden 2014 lalu.

Kata dia, tidak semua tamu yang menemui Surya, dapat duduk di kursi tersebut. Pertemuan yang lebih formal, akan berada di depan meja kerja mantan politisi Golkar itu.

“Kalau yang sifatnya kekeluargaan dan informal, memang ada di tempat duduk Ibu Khofifah tadi. Sama seperti Pak Jokowi waktu datang ke sini dan langsung diumumkan pengusungannya,” ucapnya.

Dia juga menyampaikan Khofifah sebelum keluar dari ruangan, mengatakan Kantor DPP NasDem sudah seperti rumah dia sendiri dan merasa nyaman saat pertemuan berlangsung.

“Tadi sebelum masuk lift, ibu bilang seperti di rumah sendiri. Bahkan tadi ibu juga sempat salat Maghrib di sini,” kata dia.

Lapor Sebelum Daftar

Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa menegaskan dirinya akan segera melapor kepada presiden mengenai keinginan maju di Pilkada Jawa Timur 2018 mendatang.

Meski tidak ada aturan jelas mengenai majunya seorang menteri untuk menjadi kepala daerah, Khofifah mengatakan akan tetap berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo.

“Saya akan lapor presiden sebelum daftar. Sehingga setelah daftar, saya tidak perlu melapor lagi,” kata dia usai menemui Ketua Umum NasDem, Surya Paloh di Kantor DPP NasDem, Jakarta, Rabu (11/12).

Laporan itu, kata Khofifah, akan segera disampaikan apabila kursi dukungan partai di Jawa Timur sudah cukup dan sudah solid. Sehingga, dirinya dapat maju di pertarungan lima tahunan itu.

“Nanti lah kalau sudah cukup,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Johnny G Plate menjelaskan ketua umum Muslimat Nahdlatul Ulama itu sudah mengerti bagaimana dia harus menyikapi pilgub Jatim.

Seorang calon kepala daerah, lanjutnya, harus fokus untuk berkampanye dan juga meraup suara di suatu daerah. Apabila dirangkap, maka, dinilai akan menimbulkan masalah baru. Terlebih, merangkap sebagai seorang menteri.

“Saya rasa Ibu Khofifah sudah tahu. Beliau akan mundur untuk fokus di pilgub Jatim,” tukas dia.

Hal itu juga, yang menurutnya, sudah menjadi pertimbangan semua partai yang akan mendukung Khofifah, seperti Golkar, NasDem dan Hanura.

Pertemuan Kyai

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan akan ada pertemuan 100 kyai di Pesantren Tebu Ireng pada Minggu (15/10) mendatang.

Hal itu, guna meminta masukan kepada para kyai mengenai siapa yang paling baik untuk menemani dia di pilgub Jawa Timur.

Pertemuan tersebut sama seperti pertemuan ketika Pilgub Jawa Timur tahun 2013 ketika digelar pertemuan di Pondok Pesantren Tebu Ireng di Jombang yang dipimpin oleh Salahuddin Wahid atau populer dikenal Gus Solah.

“Pertemuan Insya Allah akan dipimpin langsung KH Sholahuddin Wahid di Tebu Ireng. 100 kyai akan hadir di sana,” ungkapnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Johnny G Plate yang mengatakan akan menyerahkan semuanya kepada tokoh masyarakat dan kyai yang berada di Jawa Timur.

“Untuk wakil, kami serahkan semuanya kepada Ibu Khofifah dan juga pertimbangan dari para kyai. Kami menunggu hasilnya, semoga bisa lebih cepat,” tukasnya.

Menurut dia, pertarungan di Jawa Timur, bukan semata-mata kepentingan dari partai politik. Tetapi lebih kepada mengakomodir kepentingan dari masyarakat Jawa Timur.

Ditegaskan juga olehnya, hingga saat ini, NasDem tidak memiliki kepentingan apapun untuk memenangkan Khofifah. “Saya ucapkan lagi, ini murni kepentingan masyarakat Jawa Timur. Semoga ada kepentingan NasDem di dalamnya,” kata dia.

15total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *