Suap dan Gratifikasi Dirjen Hubla, KPK Cegah Dua Pengusaha ke Luar Negeri

Pengembangan di kasus suap dan gratifikasi pada Dirjen Hubla nonaktif, Antonius Tonny Budiono terus dilakukan penyidik KPK.

Kali ini penyidik ‎mulai membidik sejumlah proyek lain yang ada di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tersebut.

Pengembangan penyidikan ini dilakukan dengan ‎pencegahan terhadap CEO PT Multiintegra Aloys Sutarto dan seorang pihak swasta Oscar Budiono, BSC, untuk berpergian ke luar negeri sejak 31 Agustus 2017.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, pencegahan keduanya dilakukan lantaran keterangan keduanya dibutuhkan bagi penyidik

“Tentu ada keterkaitan keterangan yang dibutuhkan di sana, tapi nanti karena yang bersangkutan belum diperiksa,” ucap Febri, Selasa (10/10/2017).

Kemarin, sedianya ‎Oscar diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Adhiguna Keruktama Adiputra Kurniawan, namun yang bersangkutan meminta penjadwalan ulang.

Sementara itu, Aloys hingga saat ini belum diperiksa dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi tersebut. Nama Aloys belum masuk daftar agenda pemeriksaan.

Informasi yang dihimpun, Aloys diduga sering mendapat proyek di Kemenhub. Aloys juga kerap ‘bermain’ dengan Tonny dalam sejumlah proyek yang ada di Kemenhub.

Perusahaan Aloys diketahui bergerak di bidang sistem integrator, IT Navigasi, sistem simulasi, dan pelatihan serta sistem radio komunikasi.. Selain sebagai bos PT Multiintegra, Aloys juga menduduki posisi Direktur PT Panorama Timur Jaya.

Dalam kasus ini, Tonny dan Adiputra ditetapkan sebagai tersangka.. Mereka berdua terlibat suap dalam pengerjaan pengerukan alur pelayaran di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah.

di kasus ini, ‎KPK menyita uang total sekitar 20 miliar baik yang di dalam tas ransel di rumah dinas Tonny maupun di beberapa rekeningnya.

209total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *