Sohibul: Kurang Logis Jika PKS Ikut Barisan Dukung Jokowi

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi mengusung Joko Widodo sebagai bakal calon presiden untuk periode kedua. Sikap politik PDIP ini melengkapi empat parpol lain pendukung pemerintah yang sudah menyatakan dukungan untuk Jokowi.

Terkait hal tersebut, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum kepikiran ikut dukung Jokowi. Presiden DPP PKS Mohamad Sohibul Iman mengatakan dari sisi rasionalitas, kurang logis jika PKS ikut dalam barisan tersebut.

Mengingat 5 partai pemerintah sdh nyatakan pak @jokowi sbg capres mrk, yg tentu diikuti harapan kader2 mrk jd Cawapres, dr sisi rasionalitas politik kurang logis jika PKS ikut dlm barisan tsb. Selain peluangnya kecil jg khawatir akan munculkan paslon tunggal. #PKS8Menang,” kata Sohibul dikutip dari akun Twitternya, @msi_sohibuliman, Senin, 26 Februari 2018.

Sohibul menekankan meski pasangan calon tunggal di Pemilihan Presiden sudah diatur, namun diharapkan hal ini tak terjadi pada 2019. Sebab, bila Pilpres 2019 hanya diikuti satu pasangan calon maka akan menurunkan kualitas demokrasi.

Paslon tunggal Pilpres sdh ada aturannya tp mesti kita ikhtiarkan agar itu tdk terjadi guna menjaga kualitas demokrasi. Dg syarat 20% kursi atau 25% suara, msh dimungkinkan 3 paslon pilpres. Mari ikhtiarkan. Kalah menang biasa. Di dlm atau di luar kabinet sama saja. #PKS8Menang,” jelas Sohibul.

Kata dia, PKS masih mengajukan sembilan kadernya sebagai bakal calon presiden atau bakal calon wakil presiden. Munculnya sembilan nama ini mengacu Musyawarah Majelis Syuro (MMS) PKS, yang digelar Januari 2017.

Untuk mendukung upaya ini, MMS juga memberikan penugasan Dewan Pimpinan Tingkat Pusat untuk membentuk tim sosialisasi dan komunikasi koalisi. “Hasilnya akan dilaporkan pd MMS berikut tuk diputuskan partai2 koalisinya apa n Capres+Cawapresnya siapa. #PKS8Menang,” tuturnya.

Untuk peta politik sementara Pilpres 2019, lima parpol pemerintah memastikan mengusung Jokowi. Selain PDIP, empat parpol pemerintah lain yang mengusung Jokowi sebagai capres adalah Golkar, Hanura, PPP, dan Nasdem.

589total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *