Soal Yerusalem, Indonesia Dinilai Bisa Jadi yang Terdepan Desak Sidang Istimewa Darurat PBB

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hanafi Rais, menyarankan pemerintah RI segera mengusulkan Sidang Istimewa Darurat Majelis Umum PBB untuk menekan Amerika Serikat (AS). Hal itu terkait pernyataan pemerintah AS yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

“Indonesia dapat menjadi pengusul, dan menjadi yang terdepan di antara negara-negara solidaritas Islam lainnya. Mekanisme organisasi PBB dalam resolusi 377 A mengatur bisa diselenggarakannya sidang darurat istimewa Majelis Umum PBB jika DK PBB gagal membuat keputusan kolektif,” tegas Hanafi Rais di Jakarta, Selasa (12/12/2017).

Ia mengatakan, sidang ini dipandang lebih adil karena tidak diperbolehkan ada veto dari anggota dewan keamanan PBB, sehingga ada harapan solusi untuk masalah ini.

Menurutnya, usulan menekan Amerika Serikat dapat dilakukan seandainya semua negara-negara Arab bersatu dan menyampaikan dalam sidang darurat PBB.

“Inisiatif oleh pemerintah bisa segera dilakukan dengan menjalin komunikasi segera dengan negara-negara Islam lainnya, Liga Arab telah berkumpul membahas hal ini, dan ada momen negara-negara OKI berkumpul di Turki Rabu 13 Desember ini, di mana Presiden atau Wakil Presiden pergi ke Turki, sehingga dapat juga membahas usulan ini,” katanya.

Hanafi menegaskan, isu soal Yerusalem ini akan cepat tertutup dan mengendur oleh momen pergantian tahun. Oleh karena itu, Palestina membutuhkan tindakan nyata dan cepat dari pemerintah RI sebagai bentuk dukungan dan bantuan konkret.

125total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *