Soal Kaus ‘Ganti Presiden’, Analis: Pidato Jokowi Manusiawi

Analis politik Adi Prayitno menilai, gaya pidato Presiden Joko Widodo  dalam acara Konvensi Nasional 2018 di Puri Begawan, Kota Bogor, Sabtu, 7 April 2018, agak sedikit berbeda dari biasanya dan terlampau semangat.

Namun, Adi menganggap, hal itu manusiawi lantaran diserang banyak hal. “Saya baca alamiah, manusiawi,” ujarnya dalam acara Apa Kabar Indonesia di tvOne, Selasa, 10 April 2018.

Menurut Adi, hal yang paling menusuk Jokowi adalah munculnya #gantipresiden. Meski disebut Jokowi tak marah, reaksi berbeda yang ditampilkan Jokowi dinilainya sebagai hal yang manusiawi dan alamiah.

Adi menilai, fenomena munculnya berbagai tagar yang pro maupun kontra Jokowi merupakan psywar menjelang pendaftaran calon presiden pada Agustus mendatang. “Ini dinamika politik yang bagus,” ujarnya.

Sementara itu, Eva Sundari, politikus PDIP mengemukakan, gaya pidato Jokowi saat itu menunjukkan ekspresi dan sisi human dari Jokowi.

“Kami kaget hari itu tapi lega alhamdulillah akhirnya pak Jokowi respons berbagai cemoohan,” ujarnya dalam acara serupa.

Menurut Eva,  Jokowi tidak marah, tidak ada banting  apapun, tidak melotot. Kalimat yang dilontarkan Jokowi “Masak kaus mau ganti presiden” pun tak salah. “Karena memang tidak ada tokohnya, tidak ada simbol,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo berpidato di depan ribuan relawan dalam acara Konvensi Nasional 2018 di Kota Bogor, Sabtu, 7 April 2018. Dalam pidatonya Jokowi merespons berbagai isu yang tengah berkembang saat ini, di antaranya munculnya kaus bertuliskan #2019gantipresiden.

Jokowi berkelakar, “masak kaus bisa sampai ganti presiden.”

12total visits,2visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *