Setuju Pak Jonan, Ganti Saja Direksi Pertamina Kalau Premiun Masih Langka

Direktur LP3ES Rustam Ibrahim turut angkat bicara soal Bahan Bakar Minyak (BBM) Premium yang langka di sejumlah daerah, khususnya luar Jawa.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan melalui akun Twitternya yang diunggah pada Kamis (5/4/2018).

Diketahui, terkait kelangkaan tersebut, Menteri ESDM Ignasius Jonan mengaku telah menegur keras pihak Pertamina.

Jonan mengungkapkan jika pihaknya juga telah meminta Pertamina untuk tidak memaksa konsumen untuk beralih ke Pertalite atau Pertamax.

Dengan berkurangnya Premium, maka rakyat kelas bawah akan semakin susah.

Jika berkali-kali ditegur tak berubah, Jonan mengatakan pihaknya akan mencari sanksi untuk Pertamina.

Menanggapi hal itu, Rustam Ibrahim menyatakan setuju dengan sikap Jonan.

Rustam Ibrahim bahkan mengatakan ganti saja direksi Pertamina jika premium masih tetap langka.

Menurut Rustam Ibrahim, Premium harus tetap tersedia di SPBU manapun.

Terutama bagi daerah yang masyarakatnya merasa membutuhkan BBM Premium ini.

@RustamIbrahim: Setuju Pak Jonan @KementerianESDM Ganti saja direksi Pertamina @pertamina kalo Premium masih langka.

Ukurannya adalah Premium selalu ada atau tersedia di SPBU manapun untuk warga yang merasa membutuhkan Premium.

Bukan tulisan HABIS, LAGI DIJALAN, BELUM DATANG, dan sebagainya.

Diketahui, pada Sabtu (24/3/2018) Pertamina menaikan harga pertalite dan solar non-subsidi.

Untuk wilayah DKI Jakarta, harga solar non subsidi pada 24 Maret 2018 naik Rp 200/liter menjadi Rp 7.700/liter.

Harga solar non subsidi sebelumnya sebesar Rp 7.500/liter.

Sementara harga Pertalite naik Rp 200 per liternya.

Sebelumnya, Pertamina telah terlebih dahulu menaikkan harga seluruh BBM Umum (bahan bakar minyak non penugasan).

Diantaranya seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Kenaikan ini kemudian menuai kontroversi di sejumlah kalangan, baik masyarakat, politisi, hingg aktivis.

Pada Senin (2/4/2018) puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Enrekang bahkan melakukan unjuk rasa di depan Kantor DPRD.

Tak hanya menolak harga BBM yang naik, mereka juga mempertanyakan kelangkaan BBM Premium di wilayah mereka.

Mereka menyoroti jika Premium hampir tidak ditemukan di seluruh SPBU Kabupaten Enrekang.

Namun justru dengan mudah ditemukan di pedagang eceran.

Mereka kemudian mencuriagi adanya permainan dalam hal ini.

47total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *