Sepeda Motor Dilarang Melintas Rasuna Said-Sudirman, Armada Transportasi Publik Masih Kurang!

Pelarangan kendaraan sepeda motor melintas di Rasuna Said dan Sudirman akan mulai berlaku efektif uji coba di Oktober 2017. Penetapan aturan ini dilakukan untuk mengurangi kemacetan di daerah tersebut.

Namun bagaimanakah dengan kendaraan umum di daerah tersebut? Apakah sudah baik untuk masyarakat yang bekerja di daerah itu untuk punya alasan pindah ke transportasi massal.

Ekonom Bhima Yudhistira mengatakan, kemacetan bukan hanya disebabkan oleh sepeda motor tetapi juga sebenarnya disebabkan oleh roda empat. Selain itu, jika motor dilarang sangat tidak tepat, karena transportasi massal di daerah tersebut masih kurang.

“Kalau soal transisi ke transportasi publik. Jumlah armada dan frekuensi transportasi publik di Jakarta masih kurang. Untuk bus misalnya masa tunggu nya relatif lama. Kemudian soal commuter line. Imbas dari pelarangan sepeda motor membuat commuter line semakin penuh,” ungkapnya kepada Okezone.

Menurutnya, dengan aturan ini maka nantinya stasiun Sudirman akan semakin padat dibandingkan saat ini yang juga sudah penuh. Hal itu bisa membuat karyawan membuang waktu lebih lama karena harus antre panjang.

“Antrean di loket stasiun Sudirman dan Karet menjadi lebih panjang. Ini akhirnya jadi penambahan waktu bagi karyawan yang mau kerja. Produktivitas karyawan bisa menurun,” jelasnya.

 

Sementara itu, Bhima menilai jika memang ingin menertibkan kendaraan di Jakarta guna mengurangi kemacetan maka harus dibenahi dulu transportasi umumnya. Dengan begitu, tanpa ada aturan juga masyarakat akan berpindah dengan sendirinya dan memilih transportasi publik.

“Solusinya memang transportasi publiknya dibenahi dulu terutama stasiun ke tempat kerja. Armada bus Transjakarta perlu ditambah dan kapasitas commuter line diperbanyak. Baru wacana pembatasan sepeda motor bisa diterapkan,” tukasnya.

93total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *