Sempat Gamang dengan Biaya Kuliah, Kesy Berhasil Lulusan Kedokteran dengan IPK 3,8

Kesy Sasta Handani akhirnya resmi menyandang gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked) Universitas Jember. Kesy adalah penerima beasiswa Bidik Misi yang berhasil menyelesaikan kuliahya hanya dalam waktu 3 tahun 4 bulan dengan IPK 3,84.

“Alhamdulillah, satu tahapan telah saya lalui, rasanya bahagia banget. Kini waktunya kembali belajar lagi,” tutur Kesy dalam siaran pers yang diterima Okezone, baru-baru ini.

Setelah wisuda kelulusan, Kesy memang harus sibuk mempersiapkan kegiatan Pra Pendidikan bagi lulusan kedokteran untuk masuk ke tahap Ko Asistensi di RSUD dr. Soebandi, Jember. “Harus lebih giat belajar, agar gelar dokter dapat diraih sesuai target waktu, maklum kan biayanya dapat dari beasiswa Bidik Misi,” lanjutnya.

Sebenarnya, cita-cita awal Kesy adalah menjadi guru. Kesy memilih menjadi guru karena faktor biaya kuliah yang masih dapat dijangkau kedua orang tuanya dibandingkan dengan kuliah kedokteran yang tentunya jauh lebih mahal. Saat SNMPTN pun Kesy memilih program studi Pendidikan Biologi, namun beberapa gurunya menyarankan agar Kesy mengambil kedokteran karena melihat nilai Kesy yang tergolong tinggi. Apalagi ia pernah meraih prestasi di berbagai kejuaraan seperti olimpiade Biologi. Setelah berbagai pertimbangan dan mengingat bahwa pemerintah juga telah menyediakan beasiswa Bidik Misi, Kesy pun akhirnya mantap memilih Kedokteran Universitas Jember.

Awalnya, orang tua Kesy sempat gamang mengenai biaya kuliah yang harus ditanggung selama sang putri menuntut ilmu di FK Universitas Jember. Mereka khawatir tak mampu membiayai kuliah Kesy jika hanya mengandalkan penghasilan dari membuka bengkel ganti oli. Apalagi kuliah kedokteran membutuhkan biaya yang lebih banyak dibandingkan kuliah di program studi lainnya. Orang tua Kesy akhirnya bertanya langsung ke FK Universitas Jember mengenai biaya selama kuliah nanti.

Setelah mendapat penjelasan lengkap beasiswa Bidik Misi yang akan Kesy terima, orang tua pun merestuinya berkuliah kedokteran.

Kesy sadar diri jika ia bisa menuntut ilmu di perguruan tinggi berkat biaya dari negara. Ia bertekad kuliah dengan sungguh-sungguh dan hanya menggunakan uang Bidik Misinya untuk keperluan kuliah.

“Saya bahkan punya catatan pengeluaran semenjak semester pertama hingga kini, semuanya terekam rapi karena beasiswa Bidik Misi yang saya terima adalah uang rakyat, harus saya pertanggungjawabkan. Untungnya saya tidak kos dan buat makan masih ditanggung orang tua, jadi uang bulanan dari beasiswa Bidik Misi cukup untuk kuliah,” ungkapnya.

Kesy merasa selama ini ia hanya belajar dengan cara yang biasa seperti anak lainnya, tak ada yang istimewa. Namun, ia mengungkapkan bahwa saat tutorial dan diskusi ia berusaha untuk aktif bertanya jika ada materi yang belum dipahami. Sistem belajar di FK Universitas Jember yang menggunakan sistem modul memang menuntut mahasiswa untuk aktif. Kesy yang menyenangi pelajaran Biologi ini bercita-cita menjadi dosen, yaitu dosen fisiologi.

“Mungkin karena saya masih memendam keinginan jadi guru yah, jadi cita-citanya gak jauh-jauh dari mengajar, yakni jadi dosen,” tuturnya sambil tertawa.

Kesy memberi pesan kepada para mahasiswa dan pelajar lain agar tidak patah semangat dalam mengejar cita-cita. Menurutnya, cita-cita wajib diusahakan sekuat tenaga dengan tidak lupa berdoa. “Beasiswa Bidik Misi membawa saya meraih cita-cita jadi dokter, oleh karena itu ayo cetak prestasi saat duduk di bangku sekolah, sebab bagi yang berprestasi pasti akan ada jalan,” pungkasnya.

66total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *