Sembilan Kecelakaan Alat Pertahanan TNI, Nomor 1 Paling Tragis

Dua kecelakaan dialami alat utama sistem pertahanan (alutsista) milik TNI sepanjang bulan ini. Tank M113 tenggelam di Sungai Bogowonto, Purworejo, Jawa Tengah menewaskan dua orang pada 10 Maret 2018. Dua hari berselang, Kapal Motor Cepat (KMP) Komando AD16-05 karam di perairan Kepulauan Seribu.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Mulyono membantah bahwa kualitas alutsista yang dimiliki TNI buruk. Dia menegaskan bahwa dua kecelekaan tersebut murni musibah dan tak ada kaitannya dengan kualitas alutsista saat ini.

Namun, tenggelamnya Tank M113 milik Kostrad di Purworejo yang disusul karamnya Kapal Komando milik Kodam Jaya, menambah deretan kecelakaan alutista.

Berikut data kecelakaan alat tempur militer Indonesia yang dirangkum Okezone:

1. Pesawat Hercules C-130 Jatuh di Medan

Pesawat Hercules C-130 jatuh menimpa beberapa ruko dan kendaraan di Medan, Sumatera Utara, pada 30 Juni 2015. Pesawat tersebut hendak menuju Kepulauan Natuna untuk pengiriman logistik.

Saat baru lepas landas dari Lapangan Udara Suwondo Medan, pesawat langsung jatuh seketika dengan posisi terbalik. Insiden tersebut membuat 110 penumpang dan 12 awak pesawat meninggal dunia.

Di antara penumpang yang menjadi korban, ada lima jasad tidak ditemukan oleh tim evakuasi. Selain itu, jatuhnya pesawat Hercules C-130 juga mengakibatkan sembilan warga yang berada di darat jadi korban.

Penyebab jatuhnya pesawat diduga karena matinya mesin di bagian kanan pesawat. Saat kondisi mesin mati, pesawat Hercules C-130 langsung menabrak antena di atas bangunan sekolah yang berada dekat dengan titik jatuhnya pesawat.

2. Pesawat Super Tucano TNI Hantam Rumah Warga di Malang

Sebuah pesawat latih milik TNI Angkatan Udara, Super Tucano jatuh dan menimpa pemukiman warga Kota Malang, saat sedang uji terbang pada Rabu 10 Februari 2016.

Pesawat yang didatangkan dari Brazil pada 2012 itu sedang melakukan latihan aerobatic setelah menempuh 700 jam terbang sejak tiba di Malang. Saat itu, pesawat sempat beputar-putar dengan mesinnya yang meraung di angkasa, 40 menit kemudian pesawat tersebut tiba-tiba menukik dan terjatuh di pemukiman warga.

Akibat insiden tersebut, dua pilot yang bernama Mayor Penerbang Ivy Safatillah dan Juru Mudi Udara Sersan Mayor Syaiful Arief Rakhman, tewas seketika di dua lokasi berbeda. Selain itu, kecelakaan itu juga memakan dua korban sipil yang rumahnya terkena hantaman pesawat tersebut.

3. Helikopter Bell 412 EP jatuh di Poso

Heli Bell 412 EP Nomor HA-5171 jatuh menukik tanah di Kasiguncu , Kecamatan Poso Pesisir pada 20 Maret 2016. Helikopter jatuh saat terbang dari Desa Watutu untuk membantu operasi Polri menangkap kelompok teroris Santoso di Poso Pesisir Selatan.

Sedikitnya 13 orang dalam peristiwa itu, terdiri dari 7 penumpang dan 6 kru pesawat. Penyebab insiden tersebut disebabkan oleh cuaca yang buruk dan sambaran petir yang mengenai badan pesawat, sehingga pesawat yang sedang terbang tidak stabil dan menghatam tanah.

4. Helikopter Bell 205 A-1 Jatuh di Yogyakarta

Helikopter milik TNI Angkatan Darat jatuh di Sleman, Yogyakarta saat penerbangan untuk pengamanan kunjungan Presiden dari Bandara Adi Sumarmo, Solo menuju Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta.

Mula-mula penerbangan helikopter Bell 205 A-1 ini berlangsung dengan normal, namun setelah itu bunyi mesin pun mulai menurun dan ketika bergerak mendekati area persawahan, helikopter dengan nomor registrasi HA-5073 ini menjadi tidak stabil.

Jatuhnya pesawat buatan Amerika ini, mengakibatkan tewasnya tiga awak pesawat dan membuat tiga orang lainnya mengalami luka-luka. Mereka yang dinyatakan meninggal dunia adalah Letda Angga Juang, Serda Sirait, dan Fransisca Nila Agustin. Sementara yang mengalami luka berat adalah Kapten Titus Benekditus Sinaga, Serka Rohmat, dan Serda Sukoco.

Keterangan yang dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Yogyakarta menyebutkan bahwa helikopter Bell 205 A-1 ini tengah saat jatuh di Dusun Kowang, Desa Tamanmartani pada Jumat 8 Juli 2016.

5. Helikopter Bell 412 Jatuh di Kalimantan Utara

Helikopter Bell 412 milik TNI AD jatuh di pegunungan Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara) pada Kamis 24 November 2016. Helikopter Bell 412 EP dengan nomor registrasi HA-5166 tersebut sedang membawa logistik untuk petugas TNI yang melakukan penjagaan perbatasan negara menuju Long Bawan, Nunukan, dari Kota Tarakan.

Akibat kecelakaan tersebut tiga prajurit TNI AD ditemukan gugur empat hari setelah kejadian. Mereka yang ditemukan meninggal adalah Lettu Cpn Ginas Sasmita Aji, Sertu Bayu Sadeli Putra dan Praka Suyanto. Sementara itu, dua orang, yakni Lettu CPN Abdi Darmain dan Lettu CPN Yohanes Saputra ditemukan selamat.

6. Pesawat Skytruck Hilang di Kepulauan Riau

Pesawat Skytruck milik Polri hilang kontak pada Sabtu 3 Desember 2016. Pesawat itu jatuh di perairan Lingga, Kepulauan Riau, saat perjalanan dari Pangkalpinang, Babel menuju Batam. Pesawat yang lepas landas pada pukul 09.24 WIB menuju Batam dan diperkirakan tiba pada pukul 10.58 WIB itu saat dalam perjalanan tiba-tiba tidak terdeksi radar terkait dengan keberadaannya.

Berdasarkan informasi dari tim SAR Tanjung Pinang, pesawat polisi itu jatuh di perairan Dabo, namun beberapa masyarakat nelayan di Kijang, Laut Senayang telah menemukan puing pesawat dan korban. Insiden tersebut mengakibatkan 13 orang meninggal dunia. Mereka terdiri dari 5 orang kru pesawat dan 8 orang penumpang.

7. Pesawat Hercules Jatuh di Papua

Selang lima bulan insiden jatuhnya helicopter Bell 205 A-1 di Yogyakarta, pada 18 Desember 2016 giliran Pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara ditemukan jatuh setelah menabrak Gunung Pugima di Kampung Minimo, Distrik Maima, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Pesawat yang sempat berangkat dari Timika menuju Wamena tersebut, dilaporkan hilang kontak dengan pesawat C-130 HS, A-1334 rute Timika-Wamena.

Menjelang lima menit tiba di tempat tujuan, tower melihat secara manual bahwa pesawat akan melakukan pendaratan. Namun pada pukul 06.09 WIT pesawat mengalami hilang kontak.

Pesawat yang menewaskan 12 kru dan satu penumpang itu diduga jatuh karena cuaca buruk. Padahal, pesawat yang paling banyak digunakan di dunia untuk membawa pasukan militer dan warga sipil ini juga dipakai untuk pengamatan cuaca, pengisian bahan bakar di udara, pemadam kebakaran udara, ambulans udara, dan pengangkut logistik bencana alam.

8. Meriam Penangkis Udara Meledak di Natuna

Meriam penangkis udara ringan meledak pada saat latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Tanjung Datuk, Natuna pada 18 Mei 2017 silam. Peristiwa naas ini terjadi karena diduga malfungsi dari meriam pelontar peluru kaliber 23 mm. Moncong senjata yang tidak dapat dikendalikan membuat arah tembakan tidak menentu dan menembak dengan acak.

Meriam berlaras ganda buatan perusahaan Tiongkok, Norinco yang bernama Giant Bow ini merupakan salah satu senjata penangkis serangan udara jarak sedang milik TNI Angkatan Darat. Akibat insiden tersebut mengakibatkan empat orang Prajurit TNI gugur dan sejumlah lainnya terluka. Para korban merupakan Prajurit yang berasal dari satuan Yon Arhanud Kostrad.

9. Kecelakaan Tank M113 di Purworejo

Sebuah tank lapis baja milik TNI AD terguling saat sedang mengangkut guru serta siswa PAUD dan TK. Kecelakaan terjadi sekira pukul 10.00 WIB di Sungai Bogowonto, tepat di belakang Markas Yonmek 412/BES, Purworejo Jawa Tengah.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen Alfret Denny Tuejeh mengatakan bahwa kecelakaan disebabkan oleh posisi atank yang ditumpangi sekitar 20 murid PAUD dan TK tersebut terlalu dekat dengan hilir delta sungai seingga membuat tank terperosok ke dalam sungai yang kebetulan mempunyai kedalaman 150 meter. Di sisi lain, Alfret meyakini bahwa kondisi Tank M113 tersebut dalam kondisi baik dan tidak ada permasalaahan dalam hal pemeliharaan dan perawatan. Namun pihaknya juga mengakui bahwa adanya pelanggaran standard operasional prosedur (SOP) saat kecelakaan tank tersebut terjadi.

Tenggelamnya Tank tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia. Dua korban meninggal adalah Pratu Randi Suryadi dan Iswandari yakni Kepala Paud Ananda.

68total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *