Sekjen Demokrat Minta KPK Berikan Pelatihan Antikorupsi

Partai Demokrat meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan pelatihan antikorupsi terhadap 20.000 calon legislatif (caleg) yang bakal bertarung di Pemilu 2019.

Permintaan tersebut disampaikan Sekjen Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, usai berdiskusi dengan KPK mengenai pencegahan korupsi sektor politik, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (15/3).

“Kami mengundang KPK untuk memberi masukan dan pelatihan,” kata Hinca.

Hinca berharap, dengan pelatihan ini, tidak ada lagi kader atau legislator Demokrat yang terjerat korupsi. Meskipun, diakuinya tidak ada jaminan setelah pelatihan tersebut tidak ada lagi kader Partai Demokrat yang terjerat korupsi.

“Saya kira, salah satu jalan keluar. Karena, itu konteksnya pencegahan agar betul-betul kita sama untuk ke depan tidak ada lagi atau di kilometer nol-nya. Kita sudah bisa berikhtiar bersama untuk tidak ada yang bisa terkena lagi korupsi. Meskipun tidak ada jaminan, tapi ikhtiar itu harus kita lakukan. KPK dan Demokrat menyambung baik tadi itu dan kami¬†follow up,” katanya.

Secara teknis, Hinca mengatakan, bisa saja pelatihan itu dilakukan dengan membagi wilayah barat, tengah dan timur. Hal ini mengingat jumlah caleg yang berasal dari Partai Demokrat mencapai 20.000 orang di seluruh Indonesia.

“Kami masih bikin rancangan mungkin kami bagi tiga wilayah 20.000 sekian itu di barat, tengah dan timur suatu pertemuan yang bisa berjalan langsung dan hal-hal yang sifatnya teknis misalnya menyampaikan pakta integritas atau surat pernyataan yang diketahui oleh KPK. Yang penting adalah semangatnya ikhtiarnya dan harapan KPK kita semua partai politik bersama caleg-calegnya itu yang berintegritas,” katanya.

Setelah pelatihan antikorupsi nanti, Hinca menegaskan, Partai Demokrat menyerahkan kepada KPK untuk memproses hukum kader partai yang masih melakukan praktik korupsi. Pihaknya meyakini, KPK bakal profesional dalam menjalankan tugasnya memberantas korupsi.

“Saya percaya kalau penegakan hukum pada soal korupsi ini para penegak hukum ini sudah punya cara dan mekanisme dan sistemnya. Dia tunduk dan taat pada aturan hukum, kita hormati itu secara profesional,” katanya.

60total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *