SBY Dituding tak Berpihak ke Prabowo saat Pilpres 2014, Komunikator Politik Demokrat: Jangan Fitnah

Kadiv Advokasi dan Hukum DPP P. Demokrat sekaligus Komunikator Politik Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menjawab pertanyaan seorang netizen yang kembali mengulik soal pilpres 2014.

Dilansir TribunWow.com, melalui akun Twitter pribadinya @LawanPoLitikJKW, ia menjawab sangkaan itu, Jumat (16/3/2018).

Mulanya, seorang netizen dengan akun @Muhamma37029013 menanyakan sikap Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku ketua Partai Demokrat saat momentum pilpres 2014 dan pilgub DKI Jakarta 2017.

Akun @Muhamma37029013 mulanya menanyakan hal itu kepada pengurus Partai Demokrat dengan akun @zarazettirazr.

“Entah tiba2 sy kepo ; ingin tau suasana hati mbak @zarazettirazr memaknai realitas Ketum PD Bpk SBY dlm 2 momentum Politik ini.” cuitnya

Netizen tersebut ingin menanyakan soal pendapat pribadi terhadap realitas SBY di 2 momentum politik.

Akun @Muhamma37029013 menanyakan hal itu dengan memosting sebuah foto denagn tulisan:

“SBY ada di mana saat Prabowo-Hatta butuh dukungan untuk menyelamatkan Indonesia di Pilpres 2014?

SBY ada di aman saat Anies-Sandi butuh dukungan untuk menyelamatkan Jakarta di Pilgub DKI putaran 2?

Ada apa dengan SBY?”

Melihat cuitan tersebut, sontak Kadiv Advokasi dan Hukum DPP P. Demokrat Komunikator Politik Demokrat, Ferdinand Hutahaean memberikan cuitan balasan.

Menurut Ferdinand Hutahaean, SBY tidak berpihak ke siapaun dalam pilpres 2014.

Posisi saat itu SBY harus netral menurutnya.

Kemudian, Ferdinand Hutahaean menjawab bahwa kemenangan Jokowi adalah fakta.

Bahkan ia membeberkan meskpiun Demokrat tidak memberikan dukungan secara langsung, namun elit-elit partai Demokrat memberikan dukungan utnuk Anies-Sandi.

“Pertanyaan apa ini bos? SBY sbg Presiden tdk mgkn berpihak 2014 lalu ke siapapun. Harus netral. Bahwa fakta hasil perhitungan suara dimenangkan oleh Jokowi. Pilkada DKI meski, tdk mendukung secara langsung, tp elit2 Demokrat mendukung Anis Sandi. Jgn suka fitnah bos” cuitnya

Diketahui pada pilpres 2014 yang lalu, Partai Demokrat mengambil sebuah keputusan.

Ketua Harian Demokrat Syarief Hasan dalam jumpa pers di Kantor DPP Demokrat, Jakarta, Senin (30/6/2014),  menjelaskan hasil Rapimnas Partai Demokrat pada tanggal 18 Mei 2014 menyatakan mengambil sikap netral tapi tidak golput.

“PD akan mendukung Capres cawapres yang memiliki visi misi yang segaris dengan PD,” kata Syarief.

Sementara tanggal 20 Mei 2014, kata Syarief, Demokrat menyatakan akan menentukan sikap setelah mengamati dan mempelajari visi misi capres dan cawapres. Demokrat menginginkan capres-cawapres yang melanjutkan program SBY.

Kemudian, tutur Syarief, pada tanggal 1 Juni 2014 terdapat pemaparan visi-misi capres-cawapres Prabowo-Hatta yang ternyata segaris dengan Demokrat.

“PD mengamati dan mengikuti mempelajari pemaparan orasi capres cawapres selama kampanye Prabowo-Hatta. Prabowo-Hatta mendukung dan melanjutkan program ekonomi pemerintahan SBY, begitupun program-progran kesejahteraan rakyat,” ungkapnya.

Menkop dan UKM itu mengatakan pihaknya menerima masukan dari seluruh kader dimana mereka mengusulkan Prabowo-Hatta.

“Berdasarkan hal-hal tersebut diatas. Memmtuskan dan mengintruksikan, pekada selruh pimpinan DPD PD, pmpinan DPC-DPAC, kader, simpatisan ternasuk termasuk organisasi sayap agar memberi dukukngan penuh kepada Prabowo-Hatta,” kata Syarief.

42total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *