Sandiaga Donasi 333Juta (Angka 3) Saat Masa Tenang, Niat Bantu Apa Kampanye?

0

BANGNAPI.COM, Jakarta – Seperti diketahui, kampanye Pilkada Serentak 2017 putaran kedua berakhir pada 15 April 2017. Selanjutnya masa tenang Pilkada ditetapkan pada 16-18 April 2017.

Bukan maksud saya mencocokologikan suatu kejadian, kalau ini dibilang suatu kebetulan, rasa-rasanya terlalu dipaksakan, tidak ada alasan yang signifikan selain angka disana adalah simbol dari kampanyenya mereka.

Jadi pertanyaannya, kok berani Sandiaga berkampanye? Terlebih membroadcast dirinya dimasa tenang seperti saat ini.

Tepat pukul 21.00 WIB acara penggalangan dana Peduli Sahabat Jupe disiarkan langsung di studio 2 ANTV, Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu 16 April 2017.

Hari ini, calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berniat mendonasikan dana senilai Rp 333 juta kepada penyanyi dangdut Julia Perez alias Jupe. Ini ia lakukan untuk membantu meringankan biaya pengobatan kanker serviks stadium empat yang Jupe derita.

Hal ini Sandiaga sampaikan saat menghadiri acara penggalangan dana “Peduli Sahabat Jupe” di studio ANTV Epicentrum, Jakarta Selatan, Minggu (16/4/2017) malam.

Di kejadian itu Sandiaga juga mengatakan ke media kalau:

Jangan dipandang sebagai money politics karena ini adalah perjuangan untuk Jupe yang mau berbagi dengan penderita kanker yang lain. Saya ingin menyumbang bersama keluarga Rp 333 juta,” ucap Sandiaga.

Oye-oye ole-lele, Tidak mau dipandang sebagai money politic, tapi memberikan angka donasi cuantik yang terstruktur dan masif, dengan bau-baunya kampanye juga. Seharusnya pak kalau tulus, kasihlah lebih, 3,3 M misalnya, toh uangnya kan banyak, nangung amat donasinya pak, heheheh.

Bukan mau memperbesar besar suatu kejadian, mereka saja, hal kecil, hal sepele, di perbesar, mengapa saya tidak boleh? Toh lagian logikanya juga tidak salah, seandainya nominal angka yang di kasih tidak angka 3, artinya ya murni tulus, tidak perlu juga di selipkan angka kampanye disana.

Melanggar Masa Tenang

Kalau ini bukan masa tenang, maka saya akan biasa saja tidak menuliskan hal ini, sayangnya ini adalah masa tenang dalam kampanye.

Mungkin mereka sudah terbiasa kali ya melanggar? Tidak takut atau khawatir akan penalty yang akan diberikan oleh Pengawas, iyasih wajar aja, kita semua mengerti kok karena apa mereka berani dan kerap sekali melanggar aturan.

Padahal jelas kalau soal aturan: Berdasarkan Peraturan KPU nomor 12 tahun 2015 tentang Jadwal, Waktu, dan Lokasi Kampanye, pasangan calon maupun tim sukses dilarang menggelar kampanye dalam bentuk apapun di masa tenang.

Bawaslu DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang terkait dengan kampanye Pilgub DKI di masa tenang. Apabila aturan itu dilanggar maka yang bersangkutan bisa dipidana

Jufri juga mengimbau kedua pasangan calon dan pendukungnya untuk menghentikan aktivitas kampanye. Dia menyebut kampanye di luar jadwal juga merupakan tindak pidana.

“Kepada kedua pasangan calon dan penduduk pasangan calon, hentikan kegiatan aktivitas karena ini adalah masa tenang. Karena apabila itu dilakukan itu merupakan kampanye di luar jadwal dan ini bisa berdampak pada tindak pidana,” lanjutnya. Sumber Detiknews

Jadi bagaimana dengan Bawaslu, apakah mau di tindak pidana kasus kecil ini? Hal kecil itu sangat berarti, artinya itu juga menunjukan sebuah sikap pribadi yang “Tidak Melanggar Aturan” tapi kalau hal kecil seperti ini saja disepelekan bagaimana dengan nanti ketika menjabat? Lakukan saja kesalahan-kesalahan kecil yang lama-lama nanti tertumpuk menjadi bukit.

Tapi apakah ini bisa disebut kampanye? Mungkin akan dikeluarkan jurus 1001 alasan: ya ini kebetulan saja angka 3 disini, tidak ada niatan kampanye, kan sudah saya jelasin juga, jangan juga disebut money politic *hayalan ngeles ucapan Sandiaga*

Saya sebenarnya tidak mau menuliskan ini, karena hal ini sangat menyedihkan bagi saya pribadi atas kasus yang menimpa Julia Perez, semoga dirinya diberi kesehatan dan umur yang panjang, saya disini hanya mengkritik masalah Sandiaga, yang dimana ada kesempatan sedikit saja, pasti akan diselip-selipkan berbagai macam modus.

Sudah jelas masa tenang, buat apa bikin jadi tidak tenang? Terlebih diacara seperti ini. Bapak Sandiaga haruslah lebih bijak dalam membroadcast sebuah santunan, Bapak Sandiaga adalah pribadi yang jujur toh? Taat aturan toh? Kenapa hal seperti ini di selipin pak?

Ingat kata Rizieq, dari sekian banyaknya gambar rectoverso mengapa BI mengambil satu gambar yang membuat presepsi munculnya logo PKI (saya ingat banget ucapan Rizieq ini)

Membandingkan dengan Sandiaga, dari sekian banyaknya jumlah nominal uang yang bisa diberi mengapa Sandiaga mengambil angka tiga yang membuat presepsi munculnya bahwa Sandiaga sedang Kampanye?

Itu saja, sekian dan Terimakasih.

sumber lain :
http://entertainment.kompas.com/read/2017/04/16/233406910/sandiaga.uno.sumbangkan.rp.333.juta.untuk.julia.perez
https://news.detik.com/berita/3475766/bawaslu-aktivitas-kampanye-di-masa-tenang-bisa-dipidana

841total visits,4visits today

Share.

About Author

Leave A Reply