Ruang Kerja Gubernur Bengkulu Disegel Penyidik KPK

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menyegel ruang kerja Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti, di lantai II kantor pemprov. Ini terkait kasus isterinya dan dua rekanan kontoraktor terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK, Selasa (20/6) sekitar pukul 10. 00 WIB.

Penyegelan ruang kerja Gubernur Bengkulu, dilakukan untuk mengamankan sejumlah dokumen terkait kasus OTT KPK terhadap istri Gubernur Ridwan Mukti, Lili Maddari (LD) di rumah kediaman pribadi gubernur di Jalan Hibrida, Kota Bengkulu.

Dalam kasus OTT ini, KPK berhasil mengamankan sebanyak lima orang, yakni Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti (RM), isteri gubernur, LD, dua orang kontraktor, yakni RDS, JNH dan seorang ajudan LD, HYN.

Selain itu, penyidik KPK juga mengamankan barang bukti berupa kardus yang diduga berisi uang tunai. Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti jumlah uang yang ada di dalam kardus tersebut.

Lima orang yang diamankan penyidik KPK tersebut, setelah menjalani pemeriksaan singkat di Mapolda Bengkulu, langsung diberangkatkan ke Jakarta pada Selasa (20/6) sekitar pukul 14.00 WIB untuk menjalani pemeriksaan di Gedung KPK.

Kasus OTT istri Gubernur Bengkulu, LD dan dua rekanan kontraktor tersebut, diduga terkait proyek pembangunan jalan di daerah ini.

Dari pantuan SP di kantor Pemprov Bengkulu, Rabu (21/6) pasca OTT istri gubernur oleh KPK pada Selasa (20/6), terlihat aktivitas para PNS di kantor tersebut, tetap berjalan seperti biasa.

Hanya saja kasus OTT ini menjadi pembicaraan hangat para PNS di lingkup Pemprov Bengkulu. Sebab, Gubernur Bengkulu sejak awal memimpin Bengkulu, mewajibkan para pejabat eselon IV, III dan eselon II untuk menandatangani pakta integritas.

Adapun isi pakta integritas tersebut, antara lain tidak berbinis jabatan, tidak melakukan korupsi, tidak terlibat narkoba dan bila melakukan korupsi bersedia diberhentikan dari jabatan.

Selain itu, Gubernur Ridwan Mukti beberapa kali menggelar sosialisasi pemberantan korupsi dengan nara sumber anggota KPK. Hal ini sebagai bukti kometmen Gubernur Ridwan Mukti untuk menjalankan tata kelolah pemerintahan yang bersih dari korupsi.

Namun, apa yang dilakukan Gubernur Ridwan Mukti selama ini untuk memerangi tindak pidana korupsi di Bengkulu, sia-sia saja dengan adanya OTT KPK kepada istrinya.

Seperti diketahui pada bulan Juni ini ada dua kasus OTT KPK terjadi di Bengkulu, pertama kasus OTT terjadap Kasi III Intel Kejati Bengkulu, PP berikut seorang PPTK Irigasi dan satu orang kontraktor.

Dalam kasus OTT ini, penyidik KPK mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 10 juta. Sedangkan OTT kedua terhadap isteri Gubernur Bengkulu, LD berikut dua orang kontraktor, yakni RSD dan JHN.

173total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *