Rizal Ramli Akan Kirim Pejabat Bobrok ke Daerah Wabah Malaria, Fadli Zon Tertawa

Rizal Ramli menyatakan siap menjadi calon presiden (capres) 2019 dan akan membuat sebuah kebijakan untuk para pejabat bobrok.

Dilansir TribunWow.com, melalui akun Youtube Indonesia Lawyers Club tvOne yang diunggah pada Selasa (3/4/2018).

Diketahui, rekam jejak Pada pilpres 2009, tertanggal pada 25 Februari Rizal Ramli mencalonkan diri sebagai calon presiden 2009 dan mendeklarasikan Blok Perubahan.

Namun, pada tanggal 1 April 14 partai politik yang mendukungnya lantas berguguran di Pemilu Legislatif.

Dirinya lantas gagal sebagai calon presiden pada tahun tersebut.

Kemudian, di tahun 2014, pada tanggal 20 Desember 2013 dirinya maju menjadi calon presiden melalui Komite Konvensi Rakyat melawan 7 calon presiden untuk pemilu 2014.

Pada 12 Maret 2014, Konvensi Rakyat selesai dan Rizal Ramli masuk dalam tiga besar yang dianggap berpotensi dilirik oleh partai politik.

Nama lainnya adalah Yusril Ihza Mahendra, dan Isran Noor.

Namun, lagi-lagi dirinya gagal.

Kini, 5 Maret silam, dirinya mendeklarasi sebagai calon presiden 2019.

Dilansir Tribunwow.com dari akun Youtube Najwa Shihab, berikut motivasi Rizal Ramli berulang kali deklarasi capres:

“Saya, Rizal Ramli dari kecil anak yatim piatu, dari keluarga biasa.

Saya mau buktikan bahwa anak yatim piatu dari keluarga biasa, bisa juga jadi orang, bisa juga ngerubah Indonesia. Semua dalam konteks perubahan.

Tadi saya ceritakan, waktu jaman Gus Dur, saya jadi Menko Perekonomian hanya 21 bulan, tapi dalam waktu 21 bulan saya naikkan pertumbuhan ekonomi dari minus 3 ke plus 4,5 persen.

Jadi totalnya 7,5%. Harusnya hutang nambah, justru berkurang 14,5 milyar dollar.

Kita juga genjot eksport dua kali naiknya. Pangan stabil, dan yang terakhir kami naikkan gaji pegawai negeri 2x.

Jadi saya yakin dan percaya, Insyallah kalau Allah mengizinkan, pada tahun 2019 kami akan bisa genjrot pertumbuhan ekonomi Indonesia minimal 10 persen setiap tahun sampai tahun 2024″, ujarnya yang lantas mendapat respon tepuk tangan dari para hadirin.

Ditanya perihal gebrakan terbaru yang akan berbeda dari pencalonan pada sebelumnya, Rizal Ramli menanggapi dengan guyonan.

“Surprise lah! Kalau memang jadi ya jadi. Gitu aja ribet”, ujarnya menanggapi.

Saat ditanya mengenai strateginya agar mendapat minimal 20 persen suara untuk melenggang sebagai calon presiden, Rizal Ramli mengatakan,”kalau strategi dan taktik, nggak usah dijelaskan. Ya kan? Kecuali saudara semua jadi pendukung saya, ya kita diskusi”.

Ditanya apakah itu jawaban hanya ngeles, Rizal Ramli berkelit.

“Semuanya itu indah pada waktunya, Nana”, ujarnya menambahi.

Kini, Rizal Eamli mulai terang-terangan membuat sebuah program jika dirinya terpilih menjadi Presiden Indonesia.

Di hari pertama, Rizal Ramli akan tangakp 100 orang paling bobrok di Indonesia.

“Hari pertama, kami akan kirim 100 orang paling brengsek di Indonesia, dan kami akan kirim ke pulau dimana tempat itu pernah terjadi wabah malaria, sehingga Rizal ramli tidak melanggar HAM, namun nyamuk Malaria yang telah melanggar HAM, itu bagian dari syok terapi,” ujar Rizal.

Strategi kedua, menurutnya, negara harus membiayai partai politik.

“Hari kedua, kami akan mengeluarkan kepres, bahwa pembiayaan partai politik dibiayai negara, sehingga partai politik tidak mencari uang sendiri, sehingga yang terjadi di Indonesia, para pejabat tidak nyolong uang APBD, APBN untuk disetor ke partai,” ujar Rizal.

Menurutnya dengan cara itu, partai politik sudah tidak memikirkan uang, namun memikirkan bagaimana cara membentuk kader yang amanah, bertanggungjawab.

79total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *