Rencana Abu Bakar Ba’asyir Jadi Tahanan Rumah, Jokowi Bisa Dapatkan Simpati

Pemerintah tengah mengkaji permohonan terpidana terorisme Abu Bakar Ba’asyir untuk menjadi tahanan rumah.

Ba’asyir saat menjadi tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur Bogor, Jawa Barat.

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin, menilai bila permohonan Abu Bakar Ba’asyir, bisa direalisasikan akan berdampak positif terhadap Presiden Joko Widodo.

“Tentu baik untuk Jokowi dan Ba’asyir. Efeknya Jokowi akan dapat simpati dan bagi Ba’asyir juga anugerah,” ungkap Ujang kepada Okezone, Rabu (7/3/2018).

Selain mendapatkan reaksi simpati dari para pendukung Ba’asyir, Jokowi bisa menciptakan sejarah.

“Jika memang benar Ba’asyir diijinkan dan menjadi tahanan rumah, maka Jokowi akan dicatat dalam sejarah termasuk presiden yang humanis,” paparnya.

Wacana mempertimbangkan Abu Bakar Ba’asyir menjadi tahanan rumah disampaikan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu setelah mengunjungi keluarga Ba’asyir di Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Cemani, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa 27 Februari 2018.

Sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan ke publik ihwal izin yang diberikan kepada terpidana kasus terorisme ini. Untuk pertama kalinya, Presiden Jokowi memberikan kelonggaran demi karena aspek kemanusiaan.

“Ya, ini kan sisi kemanusiaan yang juga saya kira untuk semuanya. Kalau ada yang sakit, tentu saja kepedulian kita untuk membawa ke rumah sakit untuk disembuhkan,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/3/2018).

Kendati diberikan izin berobat, bukan berarti Jokowi memberikan Ba’asyir grasi atau pengurangan masa hukuman. Sebab, dirinya merasa belum ada surat yang diajukan kepadanya terkait pengajuan grasi tersebut.

78total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *