Rekam Jejak Irjen M Iriawan Selama Jabat Kapolda Metro Jaya

0

Irjen Mochamad Iriawan menanggalkan jabatannya sebagai Kapolda Metro Jaya. Ia dipercaya Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengemban tugas baru sebagai Asisten Kapolri Bidang Operasi.

Sejak dilantik pada 23 September 2016, M Iriawan dihadapkan sejumlah tugas berat, dari mengawal aksi bela Islam berjilid-jilid sampai mengawal jalannya Pilkada DKI Jakarta 2017.

Tak hanya itu, sejumlah kasus yang menjadi perhatian publik sempat mewarnai perjalanannya sebagai Kapolda Ibu Kota selama kurang lebih sembilan bulan. Mulai dari pengungkapan kasus pembunuhan di Pulomas, Jakarta Timur, hingga pengungkapan penyelundupan 1 ton narkoba beberapa waktu lalu.

Berikut beberapa kasus yang ditangani Iriawan selama menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya.

1. Kasus Pembunuhan di Pulomas

Warga Pulomas, Jakarta Timur, digegerkan oleh aksi perampokan disertai pembunuhan terhadap satu keluarga di Jalan Pulomas Utara Nomor 7A RT12/16, Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Timu,r pada Selasa, 27 Desember 2016.

Ketika itu, rumah mewah milik Dodi Triono (59) disatroni perampok. Tak hanya mengambil sejumlah harta milik Dodi, pelaku juga menyekap keluarga dan orang-orang yang bekerja di rumah itu.

Akibatnya, Diona Arika Andra Putri (16/anak Dodi), Dianita Gemma Dzalfayla (9/anak Dodi), Amel (teman anak Dodi), Yanto (sopir), dan Tasrok (40/sopir) tewas.

Namun, tak lama bagi Iriawan dan jajarannya untuk mengungkap pelaku pembunuhan. Pada keesokan harinya, tepatnya pada 28 Desember 2016, Polda Metro Jaya menangkap dua dari tiga pembunuhnya. Ada dua orang yang ditangkap itu adalah Ramlan Butarbutar dan Erwin Situmorang. Bahkan, Ramlan tewas di tangan petugas saat hendak ditangkap.

Sementara, satu pelaku lainnya, yaitu Ridwan Sitorus alias Ius Pane ditangkap di Medan, Sumatera Utara, pada 1 Januari 2017.

2. Kasus Dugaan Makar

Beberapa jam sebelum aksi damai 4 November 2016, 11 aktivis dan tokoh nasional ditangkap penyidik Polda Metro Jaya. Mereka diduga akan melakukan aksi makar dan menunggangi massa aksi yang keesokan harinya akan menggelar unjuk rasa di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Tujuh dari 11 orang yang ditangkap saat itu disangkakan dengan Pasal 107 jo 110 jo 87 KUHP tentang Pemufakatan Makar. Mereka adalah Rachmawati Soekarnoputri, Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, dan Alvin Indra.

Sementara tiga aktivis lainnya, yakni Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Mereka juga dijerat dengan Pasal 107 jo Pasal 110 KUHP tentang Pemufakatan Makar. Satu orang sisanya yang ikut ditangkap jelang Aksi 212 adalah musikus Ahmad Dhani. Namun Dhani hanya dijerat Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa Umum.

Namun hingga kini, kasus Makar Jilid I ini belum juga bergulir ke persidangan. Hanya dua dari 11 orang tersebut yang telah dijatuhi vonis, yakni Rizal dan Jamran. Keduanya divonis bersalah melakukan ujaran kebencian melalui media sosial, bukan terkait pemufakatan makar.

109total visits,2visits today

Share.

About Author

Leave A Reply