Ratusan Ruko Terbakar di Sungaipenuh, 2 Tewas

Sedikitnya 300 jiwa warga Kota Sungaipenuh, Provinsi Jambi hingga Kamis (25/1) pagi masih mengungsi menyusul kebakaran yang menghanguskan sekitar 150 unit rumah toko (ruko) di Pasar Baru, Kota Sungaipenuh. Mereka ditampung di tenda darurat, rumah ibadah dan rumah warga lainnya.

Kebakaran komplek pertokoan tersebut juga menewaskan dua orang pasangan suami isteri, Robin (65) dan Winarti (60). Kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp 150 miliar.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Sungaipenuh, Amir Syam yang dihubungi di Sungaipenuh, Kamis (25/1) pagi menjelaskan, kebakaran komplek Pasar Baru, Kota Sungaipenuh, Rabu (24/1) sampai menelan korban jiwa, luka bakar dan menghanguskan cukup banyak ruko karena lokasi kebakaran jauh jadi jalan raya.

Pihak Damkar Kota Sungaipenuh dan Kabupaten Kerinci, lanjut Amir Syam mengerahkan delapan unit armada mobil pemadam kebakaran dan mengerahkan sekitar 120 orang anggota untuk memadamkan api. Namun lokasi kebakaran yang jaraknya mencapai 150 meter dari jalan raya dan jalan sempit membuat mobil pemadam kebakaran tidak bisa masuk ke lokasi kebakaran.

“Panjang selang mobil pemadam kebakaran hanya sekitar 50 meter. Karena itu pemadaman dilakukan dari jauh dan tidak menjangkau semua ruko yang terbakar. Api yang mulai membakar komplek ruko Rabu subuh sekitar pukul 04.00 WIB baru bisa padam pukul 09.00 WIB,” katanya.

Dijelaskan, hasil pendataan di lokasi kebakaran, jumlah ruko yang hangus total dalam peristiwa kebakaran terbesar di Sungaipenuh tersebut mencapai 150 unit. Kemudian kios atau lapak yang hangus sekitar 190 unit dan rumah ibadah satu unit.

“Korban tewas akibat kebakaran tersebut dua orang, pasangan suami isteri pemilik ruko, Robin (65) dan Winarti (60). Seorang pemilik toko, Adi Ikhlas (60), mengalami luka bakar. Kerugian akibat kebakaan tersebut ditaksir mencapai Rp 150 miliar,” ujarnya.

Sementara itu Kapolres Kerinci, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Dwi Mulyanto menjelaskan, pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran komplek pertokoan di Pasar Baru, Kota Sungaipenuh tersebut.

Dugaan sementara, kebakaran tersebut disebabkan korstleting (hubungan arus pendek) listrik. Kebakaran berawal dari sebuah ruko Gang Babussalam lalu merembet ke Gang Senggol, Komplek Pertokoan Pasar Baru, Sungaipenuh.

“Kami sudah meminta keterangan dari beberapa pemilik ruko mengenai penyebab kebakaran. Selain itu Tim Laboratorium Forensi (Labfor) Mabes Polri Perwakilan Palembang, Sumatera Selatan akan turun ke Sungaipenuh menyelidiki kasus kebakaran ini,”katanya.

Secara terpisah Wali Kota Sungaipenuh, Asafri Jaya Bakri menetapkan status tanggap darurat mengenai kebakaran komplek ruku Pasar Baru, Kota Sungaipenuh tersebut. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sungaipenuh diinstruksikan membantu seluruh kebutuhan para korban kebakaran.

“Kami menetapkan status tanggap darurat kebakaran di Kota Sungaipenuh ini. Seluruh korban yang mengungsi harus mendapat bantuan pangan, pakaian dan pelayanan kesehatan. Kemudian biaya pemakaman korban tewas dan perawatan korban luka bakar juga ditanggung Pemerintah Kota Sungaipenuh,” katanya.

80total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *