Ratusan Paket Proyek 2017 di Mukomuko Belum Ditenderkan

0

Sebanyak 129 paket dari 146 paket proyek infrastruktur di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, tahun anggaran 2017, hingga triwulan III belum dilelang alias tender oleh sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup pemkab setempat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mukomuko, Apriansyah, di Bengkulu, Minggu (16/7), tidak menampik hal tersebut.

“Sampai saat ini baru 17 paket dari 146 proyek tahun 2017, yang sudah kami lelang. Sedangkan sisanya 129 paket lagi dalam persiapan tender. Proyek sebanyak ini tersebar di sejumlah OPD dilingkup Pemkab Mukomuko,” ujarnya.

Apriansyah optimistis ratusan paket proyek tersebut, dipastikan akan dilaksanakan pada 2017 ini, karena ditargetkan paling lambat akhir Agustus mendatang proyek tersebut, sudah ditenderkan seluruhnya.

“Kami optimistis Agustus nanti seluruh proyek infrastruktur dan proyek lainnya yang ada di masing-masing OPD di lingkup Pemkab Mukomuko, sudah selesai ditenderkan dan September sudah berjalan sesuai harapan,” ujarnya.

Meskipun ada di antara proyek tersebut nantinya, yang gagal tender karena penawarannya tidak memenuhi syarat, tapi jumlah relatif sedikit. “Target kami Agustus seluruh proyek sudah kami tenderkan dan September sudah jalan,” ujarnya.

Keterlambatan lelang proyek tahun 2017 di Mukomuko, kata Apriansyah, karena sebelumnya dilakukan pelelangan perencanaan yang memakan waktu cukup lama. “Jadi, keterlambatan lelang proyek bukan karena ada sesuatu hal, tapi kita lebih dulu melakukan lelang perencanaan baru kemudian lelang fisik proyek,” ujarnya.

Pelaksanaan lelang perencanaan memakan waktu hampir tiga bulan, sehingga hingga Juli belum ada tender proyek fisik di daerah ini. Hal ini terjadi karena lelang perencanaan belum tuntas.

Karena itu, awal Agustus mendatang seluruh proyek yang sudah lelang perencanakan di setiap OPD di lingkup Pemkab Mukomuko, akan ditenderkan dan September diharapkan proyek tersebut bisa berjalan.

Hal ini dilakukan sesuai dengan peraturan yang ada. Sebab, proyek yang akan dikerjakan harus dilelang perencanaan lebih dahulu kecuali perencanaan sudah dibuat tahun sebelumnya, sehingga bisa berjalan diawal tahun.

Sedangkan 129 paket proyek tahun 2017 ini, sebagian besar belum dilelang perencanaan, sehingga harus menunggu selesai tender perencanaan baru dilelang fisik. Sementara proses lelang perencanaan makan waktu 3 bulan.

Hal ini menyebabkan memasuki triwulan III tahun 2017, penyerapan dana APBD masih relatif kecil. Sebab, proyek yang dibiayai APBD belum berjalan dan meski berjalan relatif sedikit sekali, katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Mukomuko, Armasyah meminta para pimpinan OPD agar proyek tahun 2017 segera ditenderkan karena tahun anggaran tinggal beberapa bulan lagi, sehingga jika tidak dilelang sekarang dikhawitirkan penyerapan anggaran rendah.

“Saya berharap seluruh proyek APBD 2017 yang ada di masing-masing OPD segera ditenderkan paling lambat Agustus mendatang, sehingga September sudah bisa berjalan. Ini dilakukan agar silva APBD 2017 tidak meningkat dari tahun lalu,” ujarnya.

Armasyah mengakui rugi besar jika dana APBD yang sudah disahkan DPRD tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Karena itu, pihaknya mendesak proyek-proyek yang sudah dianggarkan di APBD 2017 segera ditenderkan.

92total visits,2visits today

Share.

About Author

Leave A Reply