PVMBG Cari Tahu Kondisi Perut Gunung Agung dari Abu Letusan

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi meneliti abu vulkanik yang menyembur dari kawah Gunung Agung saat terjadi letusan freatik tiga hari lalu.

Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gunungapi PVMBG, I Gede Suantika, abu vulkanik yang diteliti didapatkan tim peneliti dari curahan hujan abu yang menempel di daun-daun tanaman di kebun sekitar kaki Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali.

Suantika menuturkan, meski cuma abu, tapi bagi PVMBG ini bisa jadi petunjuk penting tentang bagaimana kondisi di dalam perut Gunung Agung saat ini. Karena, PVMBG ingin mengetahui asal abu yang disemburkan letusan freatik.

“Abu itu bisa berasal dari dua lokasi yakni batuan samping yang saat letusan freatik disemburkan ke luar atau juga dari magma itu sendiri,” kata Suantika, Kamis, 21 November 2017.

Setelah mendapatkan sejumlah sampel abu, PVMBG mengirim abu itu ke laboratorium untuk diteliti. “Laboratoriumnya di Yogyakarta, sudah kita kirim ke sana. Butuh waktu satu bulan untuk dapat hasilnya,” katanya.

Dari pengamatan dan penelitian, Suantika bisa memastikan bahwa Gunung Agung baru menyemburkan abu yang sangat tipis di letusan freatik lalu.

“Letusan freatiknya baru sekali. Kalau sudah berkali-kali baru tebal abunya. Ada gunung api yang mengalami letusan featik baru letusan ¬†magmatik. Tapi ada juga letusan freatik hingga berbulan-bulan baru magmatik,” katanya.

58total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *