Pulang ke Indonesia, Novel Baswedan Akan Bolak-Balik ke Singapura untuk Kontrol

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, hari ini akan pulang ke Indonesia setelah menjalani perawatan terhadap matanya di rumah sakit di Singapura sejak April 2017. Meski sudah diperbolehkan pulang, Novel akan tetap bolak-balik ke Singapura untuk pengobatan matanya.

“Saya mesti bolak-balik ke Singapura untuk kontrol dan bersiap untuk operasi utama,” katanya dalam video yang disebar oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, Jakarta, Rabu (21/2/2018).

Ia menyebutkan, saat ini kondisi mata sebelah kanan sudah stabil. Namun, berbeda dengan kondisi mata sebelah kiri Novel yang belum bisa melihat.

“Karena sekarang mata kanan saya cukup stabil dan mata kiri saya belum bisa melihat,” ucapnya.

Dalam video tersebut, penyidik senior KPK itu mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokow). Hal itu lantaran, kata dia, sang presiden dengan telah membantu pengobatannya selama berada di Singapura.

“Terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia juga kepada Presiden Jokowi yang telah membantu pengobatan kepada saya selama saya di Singapura,” ucapnya.

Kepulangan Novel ke Indonesia hari ini lantaran operasi pada matanya yang dilakukan minggu lalu berjalan lancar. Kini kondisi matanya sudah tertutup selaput.

“Saya ingin menyampaikan minggu lalu saya telah berhasil dilakukan operasi tambahan karena mata saya tidak kunjung tertutup selaput sehingga operasi utama belum bisa dilakukan. Sekarang setalah hasil operasi kemarin mata saya sudah tertutup selaput, walaupun perlu recovery,” paparnya.

Dengan kondisi matanya yang kian membaik, Novel pun memutuskan kembali ke Tanah Air hari ini.

Sekadar diketahui, Novel Baswedan sudah menjalani perawatan sepuluh bulan ‎lebih di salah satu rumah sakit mata di Singapura. Novel sudah menjalani satu kali operasi besar ditambah dengan operasi-operasi kecil terhadap kedua matanya.

Novel sendiri mengalami kerusakan mata dan hampir buta setelah disiram air keras oleh orang tidak dikenal pada, 11 April 2017, lalu, di kawasan rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Namun, jajaran kepolisian belum juga berhasil ‎mengungkap siapa dalang maupun pelaku penyiraman air keras kepada Novel Baswedan. Padahal, pihak kepolisian sudah merilis sketsa dua terduga pelaku penyerangan terhadap Novel.

84total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *