Proyek Gedung Baru DPR Bisa Bebani Uang Negara

Proyek gedung baru DPR berpotensi semakin membebani keuangan negara. Selain membebani kas negara, proyek tersebut juga berpotensi menjadi ladang atau lahan basah bagi oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Jika proyek gedung baru DPR lolos, maka itu bisa menjadi lahan basah bagi DPR. Hal ini sudah bercermin dari proyek-proyek yang biasa dijalankan DPR terkait pemeliharaan gedung selama ini,” ujar Koordinator Investigasi Center for budget Analysis (CBA) Jajang Nurjaman di Jakarta, Kamis (26/10).

Jajang mencontohkan, untuk proyek renovasi toilet saja, uang yang berpotensi bocor sebesar Rp 500 juta dari anggaran renovasi sebesar Rp 14,4 miliar. Yang tak kalah fantastis, kata dia, adalah proyek penggantian conference system ruang Rapat Paripurna Gedung Nusantara II dengan anggaran yang dihabiskan sebesar Rp 32.769.337.000. “Dalam proyek ini sedikitnya ada potensi kebocoran sebesar Rp 7,6 miliar,” ujarnya.

Berdasarkan catatan CBA tersebut, kata Jajang, keinginan DPR untuk meloloskan proyek gedung baru, tercium aroma tak sedap. Bahkan, menurut dia, jika membandingkan dari kinerjanya selama ini, jangankan gedung baru, kenaikan anggaran saja sangat tidak layak.

Lebih lanjut, dia mengatakan anggaran biaya pemeliharaan gedung dan bangunan DPR setiap tahun selalu mengalami kenaikan. Pada tahun anggaran 2016, total anggaran yang dihabiskan untuk biaya pemeliharaan gedung dan bangunan mencapai ratusan miliar.

Uang ratusan miliar tersebut dihabiskan untuk membiayai pemeliharaan gedung dan bangunan sebesar Rp 60,71 miliar, biaya perawatan peralatan dan mesin sebesar Rp 46,577 miliar, serta biaya pemeliharaan lainnya, seperti pemeliharaan jalan, jembatan, jaringan, persediaan barang, dan suku cadang menghabiskan anggaran sebesar Rp 3,680 miliar.

“Total uang negara yang dihabiskan untuk perawatan gedung dan bangunan pejabat senayan tersebut sebesar Rp 110,967 miliar. Angka tersebut jauh lebih besar jika dibandingkan biaya pemeliharaan gedung dan bangunan pada 2015 senilai Rp 105,150 miliar. Berarti ada kenaikan sebesar Rp 5,817 miliar,” jelas dia.

Uang ratusan miliar yang dihabiskan untuk merawat seluruh gedung dan bangunan DPR, mulai dari toilet sampai ruang rapat, tutur dia, nampaknya belum memuaskan pejabat senayan. “Saat ini, setelah mendapatkan guyuran anggaran fantastis untuk tahun 2018 sebesar Rp 5,7 triliun mereka ngotot untuk meloloskan proyek pembangunan gedung baru,” kata dia.

135total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *