Presidential Threshold Akan Munculkan Capres yang Itu-Itu Saja

0

Pembahasan lima isu krusial dalam Revisi Undang-Undang (RUU) Pemilu akhirnya dilimpahkan ke rapat paripurna, 20 Juli 2017. Hal ini diputuskan setelah lobi antarfraksi dan perwakilan pemerintah tak menemui kesepakatan.

Diketahui, satu dari lima isu krusial yang menyebabkan kesepakatan tak terjadi yakni terkait ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold. Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) Sya’roni berpendapat, idealnya Pemilu serentak dilaksanakan tanpa presidential threshold. Jika ketentuan tersebut mausk RUU Pemilu, maka dipastikan tidak akan ada calon presiden alternatif yang muncul nantinya.

“Kalau presidential threshold 20%-25%, maka kemungkinan besar hanya akan tampil calon kandidat paling banyak tiga, dan akan muncul yang itu-itu saja, tidak ada capres alternatif,” kata Sya’roni kepada Okezone, Senin (17/7/2017).

Partai pengusul presidential threshold 20%-25% yakni PDI Perjuangan, Golkar, Nasdem, PPP dan Hanura. Kelimanya merupakan partai pendukung pemerintah.

Sya’roni melanjutkan, jika syarat ambang batas pencalonan tetap di angka 20%-25%, maka kemungkinan pemilihan akan kembali dimenangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Karena itulah pemerintah bersikeras tidak mengubah pendirian mengenai presidential threshold.

“Karena kalau cuma dua calon kan Jokowi akan lebih mudah untuk mengatur strategi politik untuk memenangkan,” ucap dia.

Namun begitu, ia berharap, dalam kurun waktu hingga pelaksanaan sidang paripurna 20 Juli 2017, akan ada titik temu antrafraksi melalui lobi-lobi di luar rapat. “Sampai 20 juli masih ada waktu untuk lobi-lobi. Kalau voting, melihat kenyataan kemungkinan akan dimenangkan pemerintah,” ujar dia.

115total visits,1visits today

Share.

About Author

Leave A Reply