Presiden Disebut Telah Tandatangani Perppu Pembubaran Ormas Radikal

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya dikabarkan telah menandatangani Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang Ormas untuk membubarkan ormas yang dinilai radikal. Hal itu diketahui dari pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj yang ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/7).

“Perppu (Pembubaran ormas radikal) sudah ditandatangani Presiden. Besok akan dibacakan,” ujar Said Aqil sebelum meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Sebelumnya, Said mengatakan bahwa perppu tersebut penting sebagai payung hukum pembubaran ormas yang dinilai radikal dan bertentangan dengan falsafah Pancasila yang menjadi ideologi bangsa. Untuk itu, ia mengatakan bahwa PBNU juga mendesak segera terbitnya perppu itu.

Sebagaimana diketahui, pemerintah sejak bulan Mei lalu, melalui pernyataan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengumumkan rencana membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Dengan pertimbangan aktifitas organisasi tersebut dinilai telah menimbulkan benturan di masyarakat yang mengancam keamanan dan ketertiban serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“Mencermati berbagai pertimbangan, serta menyerap aspirasi masyarakat, pemerintah perlu mengambil langkah-langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI,” katanya, usai bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, MenkumHAM Yasonna Laoly dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (8/5).

Keputusan itu, lanjutnya, diambil bukan berarti pemerintah anti terhadap ormas Islam. Namun, semata-mata dalam rangka merawat dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“Selama ini aktifitas HTI telah menimbulkan benturan di masyarakat yang mengancam keamanan dan ketertiban serta keutuhan NKRI, sehingga pembubaran menjadi langkah yang diambil,” kata mantan Panglima TNI itu.

142total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *