Prabowo Kunci Anies Di Jakarta Karena Ingin Hanya Dia Calon Tunggal Penantang Jokowi Di 2019

0

BANGNAPI.COM, Jakarta – Prabowo Subianto memang seperti seorang sutradara yang sangat cerdik menilai sebuah talenta seorang aktor, karena dialah yang selama ini turun langsung untuk menseleksi calon-calon aktornya yang akan dia mainkan di film berikutnya, menuju sukses, penjualan film meroket dan dia merebut piala Oscar. Kalau di film dia pasti menang untuk kategori “Film Berbahasa Asing Terbaik”, atau bahasa londonya “The Academy Award for Best Foreign Language Film”.

Karena skenario dia di film sebelumnya serasa mentah, di saat film sudah berhasil dan sang aktor malah berubah arah dan menjadi “seseorang” di film saingannya, bagaikan si Green Lantern menjadi seorang Deadpool. Kalau pembaca sekalian tahu kenapa ada perumpamaan seperti itu, You know who lah yang kita maksud. Ah sudahlah, ini hanya sebuah film yang saya sukai saja, kebetulan bisa dibuat sebuah perumpamaan.

Prabowo Subianto dan Megawati Sukarnoputri merupakan duet maut yang menggabungkan seorang Jokowi, seorang walikota ndeso dari Solo yang yang memiliki sebuah nectar yang banyak dan bisa menarik lebah-lebah pemilih dari DKI Jakarta untuk mendatanginya. Dan Prabowo Subianto membawa Basuki Tjahaja Purnama atau biasa dipanggil Ahok, seorang yang Bersih, Transparan dan Profesional dari kalangan eksekutif (Anggota DPR RI aktif mewakili Partai Golkar dari Dapil Bangka Belitung).

Bagaikan seorang Superman yang turut serta membawa sebuah Kryptonite, Prabowo Subianto dikalahkan oleh pasangan Kryptonite ini, Jokowi bisa menjadi Presiden Indonesia di tahun 2014 mengalahkan orang yang mengusungnya dalam skenario yang dirancangnya saat itu, sedangkan Ahok sudah pasti secara otomatis menggenggam Ibukota Negara Indonesia, DKI Jakarta.

Jadi kalau ingin dia bisa hadir kembali di tahun 2019 nanti, untuk merebut oscarnya kembali, berarti dia harus menempatkan seorang yang bisa menjadi lawan serius sang teman Presiden, Anies Baswedan adalah salah satu aktor yang dibidiknya, pernah punya jabatan “kontroversial” (baca : dipecat Jokowi), dan bisa dimainkan untuk bergabung bersama aktor lainnya. Kalau jaman sekarang, aktor baik aktor utama atau aktor untuk pemeran pembantu adalah mereka yang memiliki jumlah follower yang juga banyak, benar kan?

Dicapailah kesepakatan Anies akan menjadi calon gubernur karena lebih populer dan punya pengalaman di birokrasi dibanding Sandi. Anies menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan selama dua tahun pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo.

…..

Namun ada pula komitmen yang disampaikan Anies kepada Prabowo dan parpol koalisi. Komitmen itu, apabila terpilih menduduki kursi DKI-1, ia akan mengemban jabatan itu hingga tuntas. Anies tidak akan tergoda untuk maju dalam pilpres pada 2019. (Sumber)

Opsi utamanya adalah Anies Baswedan akan diusung untuk maju dalam perebutan kursi gubernur DKI Jakarta hanya karena ambisi Prabowo Subianto untuk menjadi Presiden Republik Indonesia, Anies akan dimenangkan dengan cara apapun, dengan cara bagaimanapun menggandeng kaum manapun apalagi yang berseberangan dengan Ahok untuk bisa memenangkan DKI Jakarta, dan akhir dari skenario ini adalah mentargetkan Jokowi.

Entah skenario apa yang akan mereka tulis untuk menjadikan tontonan mereka ini menarik, sang sutradara sudah siap, produser juga sudah siap, DOP atau sinematografernya juga sudah siap, sampai jongos-pun mereka sudah siap, kalau film kolosal, “Hard-Line talent management” juga sudah sangat siap, bahkan mereka rela tak dibayar asal bisa mensukseskan film ini. Kalau masih bingung siapa saja yang duduk dan akan ditulis di credit scene akhir sebuah film ini akan panjang, bahkan bisa panjang hingga seperlima bagian film yang diputar, saking banyaknya.

Tetapi yang pasti adalah memang Prabowo Subianto dipastikan untuk menjadi kandidat calon presiden Indonesia di tahun 2019 yang akan diusung untuk melawan Jokowi kalau diusung lagi oleh PDIP dan gabungan Parpol koalisinya saat ini, kalau Prabowo sudah solid dengan Perindo, PKS (dan kemungkinan partai gurem kutu loncat lainnya).

Jadi film “Rebut DKI Jakarta” dikira sudah cukup sukses karena aktor utamanya sudah mendapatkan pialanya, sokongan semua “crew” sudah akan dan pasti akan menikmati bonus berlimpah, bonus yang kiranya tak terkira. Para produser sudah pasti juga akan mendapatkan timbal balik yang juga melimpah, tunggu saja tanggal mainnya.

838total visits,1visits today

Share.

About Author

Leave A Reply