PPP Masih Berharap Isi Posisi Cawagub Jabar

Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum berharap keputusan partainya dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat 2018 mendatang tidak berubah.

“Saya tidak bisa menggambarkannya secara pasti. Tapi sampai hari ini saya masih memegang Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan, saya bergabung dengan Kang Ridwan Kamil sebagai calon wakil gubernur,” kata Uu ketika dihubungi lewat telepon selulernya, Rabu (27/12).

Uu mengaku adanya dinamika politik terkait koalisi partai politik, termasuk pengusungan nama calon wakil gubernur. Meski tidak mau menyampaikan secara terbuka, Uu mengakui, dirinya masih tetap aktif melakukan komunikasi politik dengan partai-partai lain di luar kesepakatan dukungan pada Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sebagai calon gubernur Jawa Barat. “Komunikasi politik jalan terus,” tambah Uu.

Sebelumnya, Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan dukungan kepada Ridwan Kamil sebagai calon gubernur mendatang.

Dalam pertemuan antara Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PPP Jawa Barat Ade Munawaroh Yasin, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PKB Jawa Barat Syaiful Huda dan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Nasdem Jawa Barat Saan Mustopa yang berlangsung akhir pekan lalu, sepakat menyerahkan penentuan sosok untuk mendampingi Ridwan Kamil kepada pengurus tingkat pusat.

“Bukan saya yang memutuskan, bukan dewan pimpinan wilayah yang memutuskan tapi silaturahmi para ketua umum (partai koalisi),” terang Ridwan Kamil soal pertemuan yang berlangsung pada Minggu, 24 Desember 2017 lalu.

Hingga saat ini, Ridwan Kamil sudah mengantongi enam kandidat yang berpeluang mendampinginya. Selain Uu, masih ada Saan Mustopa (Nasdem), Maman Imanulhaq (PKB), Syaiful Huda (PKB), Daniel Mutaqien (Golkar), dan Asep Maoshul (PPP).

Secara terpisah, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman mengumumkan PKS, Gerindra, dan PAN mengusung pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, Mayor Jenderal TNI (Purn) Sudrajat dan Akhmad Syaikhu. Sebelumnya, Akhmad Syaikhu dipasangkan dengan petahana Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar.

Sohibul, dalam rilis yang diterima SP, menyatakan, keputusan tersebut berdasarkan pada banyak pertimbangan yang diputuskan Dewan Pimpinan Tingkat Pusat PKS. Saat mengumumkan koalisi tersebut, Sohibul didampingi Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto di kantor DPP PKS, Jakarta.

“Politik ini variabelnya sangat banyak, dan keputusan terakhir dari partai diputuskan oleh majelis tinggi di partai tersebut, dan di PKS keputusan di ambil oleh DPTP,” tambah Sohibul.

Sebagai bentuk kedewasaan dalam berpolitik, Sohibul menjelaskan bahwa dirinya mewakili PKS telah menghubungi Deddy Mizwar dan Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Amir Syamsuddin untuk menyampaikan putusan DPTP PKS untuk mendukung Sudrajat-Syaikhu.

“Pak Demiz (Deddy Mizwar) sangat luar biasa menyikapi, sangat dewasa dan memahami jika politik sangat dinamis. Setiap entitas politik punya kalkulasi masing-masing dan punya hak menentukan pilihan,” ujar Sohibul.

Selain Prabowo pengumuman ini juga dihadiri mantan panglima TNI, Djoko Santoso dan Putri Proklamator RI, Rachmawati Soekarnoputri. Dalam kesempatan itu, Prabowo menyatakan PKS, Gerindra, dan PAN menjalankan tugas kenegaraaan untuk mencari kader terbaik. Ia mengaku dalam proses demokrasi kadang hal itu tidak mudah karena ada kompromi yang kadang mengecewakan pendukung.

106total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *