PPIH Debarkasi Solo Siap Sambut Kedatangan Haji

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo telah menyiapkan seluruh fasilitas untuk menyambut kedatangan rombongan haji kelompok terbang pertama di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Jawa Tengah, pada Kamis (7/9) pagi.

Kepala Bidang Pusat Pengolahan Data (Pulahta) PPIH Debarkasi Solo Gentur Rachma Indriadi, di Boyolali, Minggu (3/9), mengatakan satuan tugas (Satgas) PPIH penerimaan kedatangan haji di Asrama Haji Donohudan Boyolali masih menunggu Surat Keputusan (SK) Kakanwil Kemenag Jateng, pada Senin (4/9).

“Jika SK Satgas PPIH sudah turun, mereka baru masuk ke Asrama Haji Donohudan untuk persiapan menyambut kedatangan haji, pada Selasa (5/9),” kata Gentur Rachma.

Gentur mengatakan proses penyambutan kedatangan kloter pertama asal Banjarnegara Jateng seperti biasa, dan dijadwalkan tiba di Bandara Adi Soemarmo Boyolali, Kamis (7/9), sekitar pukul 6.10 WIB.

Rombongan haji kloter pertama Debarkasi Solo setibanya di bandara, kata Gentur, kemudian dibawa bus menuju Asrama Haji Donohudan Boyolali, dan langsung masuk gedung Muzdalifah. Para jamaah haji setelah menjalani upacara pelepasan kemudian disambut bus dari daerah untuk dipulangkan ke kotanya.

“Pada acara penyambutan kedatangan haji ini, dari bandara sampai pelepasan pulang ke daerah membutuhkan waktu sekitar empat jam,” kata Gentur.

Pada acara pelepasan haji kloter pertama untuk dipulangkan ke daerahnya, kata dia, rencananya dilakukan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Gedung Muzdalifah Asrama Haji Donohudan.

Gentur mengatakan PPIH Debarkasi Solo tahun ini telah memberangkatkan sebanyak 33.892 jamaah yang terdiri dari Jateng 30.244 jamaat, DIY 3.174 jamaah dan petugas kloter 474 jamaah yang terbagi 95 kloter.

Jamaah haji Debarkasi Solo hingga Minggu malam ini, kata Gentur, yang dilaporkan meninggal di Tanah Suci sebanyak 33 orang yang terdiri dari 30 jemaah asal Jateng dan tiga lainnya DIY. Jumlah haji yang meninggal itu, setelah ada tambahan enam jemaah asah Jateng, yang dilaporkan pada Sabtu (2/9), karena sakit.

Gentur mengatakan enam jemaah meninggal tersebut yakni Kenap (85) warga Warungasem Batang; Kartini Nurahman (52) warga Warurejo Tegal, Martiah Muh Sirad Ikyas (66) warga Muntilan Magelang, Hardiyo Wiryo Suharto (76) warga Kemrajen Banyumas Sumiyati Muh Marsum (71) warga Laweyan Surakarta, dan Siti Aminah Nur AU (64) warga Munjungagung Kramat Tegal.

“Keenam jamaah itu meninggal karena sakit pada Sabtu (2/9), dan jenazahnya dimakamkan di pemakaman umum Sharayya Mekah,” katanya.

176total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *